Pemeliharaan dan Pelestarian Bahan Pustaka: Cara dan Contoh

pelestarian bahan pustaka

Pelestarian bahan pustaka menjadi perhatian penting supaya bahan pustaka selalu terawat dan terjaga. Pahami cara melakukan dan contoh lengkapnya di artikel ini. Pustakawan wajib memahami ini

Bahan pustaka yang dimiliki oleh suatu instansi atau perkantoran perlu dirawat dan dilakukan perbaikan agar tetap terjaga dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bahan pustaka sendiri merupakan suatu bahan yang mengandung ilmu nilai pengetahuan, informasi, dan juga hasil penelitian serta nilai lain yang perlu diawetkan dan juga dilestarikan.

Hal ini penting untuk menjaga keutuhan informasinya dalam bentuk fisik yang mana tak bisa dipungkiri bahwa informasi dalam bentuk fisik bisa berisiko mengalami kerusakan karena satu dan lain hal. Lalu apa sebenarnya pengertian dari pelestarian bahan pustaka itu? Untuk mengetahui lebih lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Pelestarian Bahan Pustaka

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pelestarian dan konservasi bahan pustaka sangat perlu dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah kerusakan bahan pustaka.

Konservasi dalam hal ini adalah upaya pengawetan, pemeliharaan, penjagaan, dan juga perlindungan. Sedangkan konservasi memiliki makna sebagai memelihara dan perlindungan untuk mencegah kerusakan.

Apa Kendala Anda dalam Pengadaan Buku?

Perawatan dan perbaikan bahan pustaka dengan cara fumigasi di perpustakaan adalah perawatan dan perbaikan yang dilakukan dengan cara preventif dan kuratif. Fumigasi menjadi salah satu  alternatif yang paling mudah dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan oleh faktor hama, alami dan biologi seperti insek, jamur, keasaman udara dan sebagainya. 

Untuk lebih mengetahui sarana dan prasarana fumigasi yang dibutuhkan dalam perawatan bahan pustaka, perlu diketahui proses perawatan bahan pustaka dengan cara fumigasi ini secara langsung. Dengan demikian diharapkan dapat dikembangkan dan diimplementasikan sebagai kegiatan kerja rutin di perpustakaan.

Pada dasarnya, bahan pustaka menjadi satu dari beberapa unsur penting dalam sebuah sistem perpustakaan selain gedung atau ruangan, peralatan atau perabot, dan tenaga serta anggara. Berbagai unsur tersebut saling berkaitan dan juga saling mendukung untuk terselenggaranya layanan perpustakaan yang baik.

Tugas pemeliharaan dan perawatan serta pelestarian koleksi bukan hal yang mudah. Sejak dahulu, perpustakaan berusaha untuk mencegah dan juga mengatasi kerusakan koleksi yang disebabkan karena berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Sehingga agar bahan pustaka dapat dimanfaatkan dengan efektif, maka perlu dilakukan pelestarian bahan pustaka.

Daftar Pengadaan

Pelestarian bahan pustaka juga dapat diartikan sebagai kegiatan yang bertujuan untuk memperpanjang usia bahan pustaka dan juga sebagai upaya untuk menyimpan informasi di dalamnya ke dalam bentuk bahan perpustakaan asli dengan cara yang dilakukan oleh ahli media dan juga mengusahakan agar bahan pustaka yang dikerjakan tidak cepat mengalami kerusakan agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan bisa menjangkau lebih banyak pembaca perpustakaan.

Apa itu Preservasi Bahan Pustaka Menurut Para Ahli

Tak hanya memiliki pengertian secara umum, pelestarian atau preservasi bahan pustaka juga memiliki pengertian tersendiri menurut para ahli. Berikut adalah berbagai pandangan ahli mengenai pengertian pelestarian atau preservasi bahasa.

1. Purwono dalam Wendy (2010)

Purwono dalam Wendy (2010), dari National Library of Australia Preservation adalah semua kegiatan yang bertujuan memperpanjang umur bahan pustaka dan informasi yang ada di dalamnya. Pelestarian tidak hanya menyangkut pelestarian dalam bidang fisik, tetapi juga pelestarian informasi yang terkandung di dalamnya.

Perawatan terhadap bahan pustaka perlu dilakukan untuk menjamin bahan koleksi yang dimiliki oleh perusahaan.

2. Departemen Pendidikan Nasional RI (2004)

Tugas pemeliharaan, perawatan dan pelestarian koleksi bukanlah tugas

yang mudah. Sejak zaman dahulu, perpustakaan telah berusaha untuk mencegah dan mengatasi kerusakan koleksi yang disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor eksternal maupun faktor internal.

Kerusakan bahan pustaka yang disebabkan oleh faktor eksternal antara lain mekanis atau kimiawi dari lingkungan dan hayati seperti kecerobohan pengguna dalam menggunakan bahan pustaka, debu, kotoran, serangga, kelembaban, dan suhu udara. Sedangkan faktor

Daftar Pengadaan

internal yang dapat merusak bahan pustaka antara lain terdapat pada kertas, tinta cetak, perekat dan pada benang penjilidan yang tidak serasi dengan sampul.

3. Yulia, Janti, dan Henny (1994,182)

Yulia, Janti, dan Henny menuturkan bahwa pelestarian bahan pustaka adalah melestarikan kandungan informasi bahan pustaka dengan alih bentuk menggunakan media lain atau melestarikan bentuk aslinya selengkap mungkin agar bahan pustaka dapat digunakan secara optimal dalam jangka waktu yang cukup lama.

4. Karmidi Martoatmodjo (2013)

Karmidi Martoatmodjo menyampaikan pelestarian bahan pustaka dilakukan untuk menjaga agar koleksi perpustakaan tidak diganggu oleh tangan jahil, serangga yang iseng, atau jamur yang merajalela pada buku-buku yang ditempatkan di ruang yang lembab.

Tujuan Pelestarian Bahan Pustaka

Dilakukannya pelestarian bahan pustaka tentu memiliki maksud dan tujuan. Telah disampaikan oleh Karmidi Martoatmodjo bahwa pelestarian bahan pustaka bertujuan agar bahan pustaka tidak cepat mengalami kerusakan. Hal ini karena bahan pustaka dinilai mahal sehingga harus diusahakan untuk awet dan bisa dipakai lebih lama lagi.

Selain itu, berikut berbagai tujuan pelestarian bahan pustaka menurut Karmidi Martoatmodjo.

1. Menyelamatkan fisik dokumen

Tujuan yang pertama adalah menyelamatkan fisik dokumen dari kerusakan. Banyaknya koleksi yang rusak biasanya disebabkan karena berbagai hal yang terjadi, sehingga terjadi kerusakan pada fisik suatu dokumen. Oleh sebab itu, diperlukan adanya kegiatan perbaikan agar fisik buku dapat kembali baik dan dapat digunakan kembali.

Diharapkan dengan dilakukannya kegiatan perbaikan ini, sehingga tak perlu mengeluarkan uang atau biaya lagi untuk melakukan pembelian bahan pustaka yang baru.

2. Menyelamatkan Nilai Informasi Bahan Pustaka

Tujuan selanjutnya agar nilai informasi di dalam bahan pustaka atau dokumen dapat terselamatkan. Hal ini karena nilai informasi yang ada di dalam dokumen tersebut harus tetap lestari dan baik supaya dapat terus digunakan oleh penggunaannya, sehingga akan terus memberi manfaat dari penggunaan isi bahan pustaka tersebut.

3. Mengatasi Kendala Kekurangan Ruangan

Selain untuk melakukan perbaikan, pelestarian bahan pustaka ini juga bertujuan untuk mengatasi kendala kekurangan ruangan. Semakin canggihnya teknologi saat ini, bahan pustaka yang mengalami kerusakan biasanya dialihkan menjadi digital. Dengan demikian, maka ruangan yang dibutuhkan juga akan lebih sedikit.

Sehingga ruang penyimpanan bahan pustaka tersebut beralih menjadi penyimpanan memori yang lebih banyak untuk menyimpan bahan pustaka dan tentunya lebih aman dari kerusakan fisik karena disimpan dalam bentuk digital.

4. Mempercepat Perolehan Informasi

Dilakukannya pelestarian bahan pustaka juga dilakukan dengan tujuan mengalihkan bahan pustaka menjadi dokumen digital, misalnya tersimpan dalam CD (compact disk) yang mudah diakses, baik dari jarak dekat maupun dari jarak jauh. Dengan demikian, maka pemakaian dokumen atau bahan pustakanya juga akan lebih optimal.

Cara Pelestarian Bahan Pustaka

Untuk memperbaiki bahan pustaka tersebut, maka harus dilakukan beberapa cara pelestarian bahan pustaka. Berikut adalah beberapa cara pelestarian bahan pustaka menurut Sutarno NS (2008: 104).

1. Menambal

Pelestarian yang pertama bisa dilakukan dengan cara menambal atau menutup bagian yang berlubang atau rusak yang dilakukan dengan kertas jepang, kertas handmade, dan perekat kanji atau CMC. Menambal juga dapat dilakukan dengan bubur kertas (pulp) atau menggunakan kertas tisu yang berperekat dan dibantu dengan alat “tacking iron”.

2. Penjilidan

Penjilidan ini bisa dilakukan dengan beberapa macam, yaitu:

  • Jilid kaye. Jilid kaye merupakan jilid yang paling praktis dan sederhana dan jilid ini hanya cocok jika jumlah halaman pada bahan pustakanya sedikit, misalkan majalah atau buku tulis.
  • Jilid dengan tanda atau signature binding. Artinya, penjilidan ini dilakukan dengan cara memerhatikan tanda pada bahan pustaka yang akan dijilid. Biasanya jenis jilid ini dilakukan pada bahan pustaka yang memiliki jumlah halaman yang banyak.
  • Jilid lem punggung dokumen. Jilid ini dilakukan dengan cara menggabungkan dengan menjilid bagian punggung atas dan bagian punggung tadi dilumuri lem serta dibubuhkan halaman pelindung serta dipasang sampul agar lem bisa menempel dengan kuat. Berbeda dengan signature binding, jilid ini tidak bisa dibuka. Penjilidan ini hanya bisa dilakukan menggunakan mesin dan biasanya dilakukan untuk menjilid novel atau buku ajar.
  • Jilid spiral. Jilid spiral merupakan jilid yang terbuat dari kawat baja atau kawat plastik yang dikerjakan untuk menjilid buku dengan jumlah halaman yang banyak bisa juga untuk halaman yang sedikit. Besarnya spiral dan punggungnya bertingkat dari yang kecil sampai dengan yang besar. Untuk jilid spiral ini diperlukan mesin pelubang kertas dianginkan.
  • Jilid lakban. Jenis jilid ini menyusun kertas dengan rapi kemudian di-staples pada tiga bagian tempat kemudian ditutup dengan lakban. Jilid ini bisa berlaku pada buku tebal maupun tipis.

3. Laminasi

Cara pelestarian bahan ajar terakhir adalah dilakukan dengan cara laminasi. Laminasi ini bisa dilakukan pada manuscript, naskah, atau dokumen kuno yang kertasnya mudah lapuk. Caranya adalah perlu diawetkan dengan disemprot bahan kimia atau yang disebut proses laminasi.

Bisa dilakukan dengan cara manual maupun menggunakan mesin secara modern. Pelestarian dengan cara laminasi ini umumnya dalam bentuk mikro seperti mikrofim, mikrofis, bahan kini dapat dialih bentuk ke dalam CD ROM (Compact Disk Read Only Memory) yang merupakan piringan bergaris tengah 12,5 cm namun mampu menyimpan data dalam jumlah besar.

Contoh Pelestarian Bahan Pustaka

Beberapa contoh pelestarian bahan pustaka antara lain sebagai berikut:

  1. Melestarikan bahan pustaka karena kerusakan bencana alam
  2. Melestarikan bahan pustaka yang sudah termakan usia
  3. Melestarikan bahan pustaka ke dalam bentuk digital
  4. Melestarikan bahan pustaka yang kotor dan lembab

Nah, itulah penjelasan menganai pelestarian bahan pustaka. Pelestarian bahan pustaka ini sangat penting untuk dilakukan dan dipahami oleh pustakawan supaya koleksi bahan pustaka di perpustakaan terjaga dan terawat.

Artikel Terkait, Silakan Baca

Foto Profil
Yusuf Abdhul Azis

Ingin Pengadaan Bahan Pustaka untuk Perpustakaan?

Mari pengadaan Buku dengan Penerbit Deepublish dan akan ada Promo khusus untuk Anda yang pengadaan hari ini.
Pengadaan Bahan Pustaka
Bagikan Artikel Ini
Yusuf Abdhul Azis
Yusuf Abdhul Azis
Artikel Terbaru

INGIN PENGADAAN BUKU UNTUK PERPUSTAKAAN DAN INSTANSI ANDA?

Mari pengadaan Buku dengan Penerbit Deepublish dan akan ada Promo khusus untuk Anda yang pengadaan hari ini.