Indikator Literasi Digital dan Cara Meningkatkannya

indikator literasi digital

Literasi digital diharapkan mampu menghasilkan suatu pencapaian dan dapat mencapai tujuan literasi digitalnya. Akan tetapi dalam pencapaian tersebut, tentu perlu dan dibutuhkan indikator yang mendukung keberhasilan pencapaian literasi digital tersebut. Hal ini dilakukan demi mencapai tujuan dari literasi digital.

Seperti yang kita tahu, literasi digital tentu tidak akan dapat lepas dari aspek sosialisasi, kemampuan pembelajaran, sikap, berpikir kritis, kreatif, dan juga inspiratif dalam berkompetensi digital. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui apa saja indikator literasi digital.

Berikut ini adalah beberapa indikator literasi digital yang harus dipahami.

Indikator Literasi Digital

Indikator keberhasilan literasi digital ini harus disesuaikan dengan di mana literasi digital tersebut diterapkan atau digunakan. Pada dasarnya, literasi digital ini bisa digunakan atau diterapkan di mana saja. Mulai dari di masyarakat, keluarga, sekolah, bahkan di kantor tempat bekerja.

Lalu apa saja indikator-indikator literasi digital yang harus dicapai agar mampu mencapai tujuan dari literasi digital? Pada dasarnya, ada 4 pilar indikator yang menentukan keberhasilan literasi digital.

Apa Kendala Anda dalam Pengadaan Buku?

1. Etika Digital. Etika digital artinya kemampuan individu untuk memahami, menyesuaikan diri, dan juga menerapkan etika digital atau netiquet saat memanfaatkan dunia digital.

2. Budaya Digital. Budaya digital ini merupakan hasil kreasi dan karya manusia dengan berbasis teknologi internet. Biasanya tercermin melalui cara manusia berinteraksi, berperilaku, berpikir, dan juga berkomunikasi di dunia digital.

3. Keterampilan Digital. Keterampilan digital yaitu kemampuan yang secara efektif dapat mengevaluasi dan membuat informasi dengan menggunakan berbagai teknologi digital.

4. Keamanan Digital. Pilar keamanan digital ini adalah aktivitas untuk mengamankan kegiatan digital, salah satunya melalui penggunaan password dan pemahaman mengenai OTP pada istilah cyber security.

Daftar Pengadaan

Lalu apa saja indikatornya? Berikut indikator literasi digital di keluarga, masyarakat, dan juga di sekolah atau perguruan tinggi.

1. Literasi Digital di Keluarga

Indikator literasi digital yang terdapat di keluarga antara lain adalah sebagai berikut:

  • meningkatnya frekuensi membaca bahan bacaan literasi digital di dalam keluarga setiap harinya.
  • meningkatnya jumlah dan variasi bahan bacaan literasi digital yang dimiliki keluarga.
  • meningkatnya jumlah bacaan literasi digital yang dibaca oleh anggota keluarga.
  • meningkatnya intensitas pemanfaatan media digital dalam berbagai kegiatan di keluarga.
  • jumlah pelatihan literasi digital yang aplikatif dan berdampak pada keluarga.
  • meningkatnya frekuensi akses anggota keluarga terhadap penggunaan internet secara bijak.

2. Literasi Digital di Masyarakat

Selain itu, adapun indikator literasi digital yang ada di masyarakat, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • meningkatnya jumlah bacaan literasi digital yang dibaca oleh masyarakat setiap hari
  • meningkatnya jumlah dan variasi bahan bacaan literasi digital yang dimiliki setiap fasilitas publik.
  • meningkatnya jumlah partisipasi aktif komunitas, lembaga, atau instansi dalam hal penyediaan bahan bacaan guna mendorong literasi digital.
  • meningkatnya frekuensi membaca bahan bacaan literasi digital setiap hari.
  • meningkatnya jumlah fasilitas publik yang mendukung literasi digital.
  • meningkatnya jumlah pelatihan literasi digital yang aplikatif dan berdampak pada masyarakat.
  • meningkatnya jumlah kegiatan literasi digital yang ada di masyarakat.
  • meningkatnya pemanfaatan media digital dan internet dalam memberikan akses informasi dan layanan publik.
  • meningkatnya angka ketersediaan akses dan pengguna melek internet pada suatu daerah.
  • meningkatnya pemahaman masyarakat terkait penggunaan internet dan UU ITE.
  • meningkatnya jumlah pelatihan literasi digital yang aplikatif dan berdampak pada masyarakat.
  • meningkatnya partisipasi aktif masyarakat terhadap kegiatan literasi digital.

3. Literasi Digital di Sekolah atau Perguruan Tinggi

Berikut indikator literasi digital di sekolah dan perguruan tinggi.

  • Intensitas penerapan dan pemanfaatan literasi digital dalam kegiatan pembelajaran
  • jumlah pelatihan literasi digital yang diikuti civitas akademik, mulai dari siswa atau mahasiswa, guru atau dosen, dan tenaga kependidikan.
  • tingkat pemahaman kepala sekolah, atau rektor, guru atau dosen, tenaga kependidikan, siswa atau mahasiswa dalam menggunakan media digital dan pemanfaatan internet.
  • frekuensi peminjaman buku dengan tema digital.
  • jumlah kebijakan sekolah tentang penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan sekolah atau perguruan tinggi.
  • frekuensi peminjaman buku dengan tema digital.

Cara Meningkatkan Literasi Digital di Mahasiswa

Untuk dapat meningkatkan frekuensi literasi digital di mahasiswa, tentu ada cara atau upaya yang harus dilakukan. Berikut ini adalah beberapa cara meningkatkan literasi digital di kalangan mahasiswa.

1. Berpikir Kritis

Untuk dapat meningkatkan kemampuan literasi digital pada mahasiswa, diperlukan pemikiran yang kritis. Kita sadar bahwa saat ini banyak informasi yang beredar di internet dan berbagai situs pemberitaan. Akan tetapi, tidak semua informasi tersebut dapat dipercaya.

Oleh sebab itu, mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis agar dapat memilih dan menelaah informasi yang jelas dan menghindari informasi yang tidak jelas asal informasinya dengan cara memeriksa dan menganalisis objektivitasnya.

Daftar Pengadaan

2. Memanfaatkan Media Sosial

Cara kedua adalah dengan memanfaatkan media sosial untuk belajar dan juga berkolaborasi, misalnya membuat konten edukasi dan semacamnya. Dari situlah manfaat dari kecanggihan digital dapat difungsikan dengan baik dan dengan tepat.

3. Memahami Digital Culture

Anda juga perlu memahami bagaimana keberadaan internet dalam memengaruhi cara berinteraksi dan berkomunikasi masyarakat karena seringkali, penggunaan internet ini membawa dampak yang positif atau negatif. Sehingga dengan memahami digital culture, Anda dapat lebih bijak melakukan suatu hal di dunia digital.

4. Menguasai Finding Information

Mahasiswa diharapkan mampu menguasai finding information yang mana dapat memilih dan mengevaluasi informasi yang akurat di dunia digital dengan kemampuan skill komunikasi, kesadaran sosial, pengetahuan, dan juga pembuatan informasi di lingkungan digital.

5. Aman Menggunakan Internet

Terakhir, mahasiswa harus menggunakan internet dengan aman dan tidak membahayakan diri sendiri. Misalnya dengan tidak sembarangan meletakkan data dan privasi yang bisa dilihat banyak orang. Kesadaran akan potensi risiko dan keamanan menjadi upaya dan cara mahasiswa dapat meningkatkan literasi digital dan lebih bijak mengakses internet.

Itulaj penjabaran yang sangat panjang mengenai pengertian dan juga indikator literasi digital yang sebaiknya setiap lapisan memiliki literasi yang baik juga.

Baca juga artikel literasi digital berikut ini.

Penulis: Irukawa Elisa

Foto Profil
Yusuf Abdhul Azis

Ingin Pengadaan Bahan Pustaka untuk Perpustakaan?

Mari pengadaan Buku dengan Penerbit Deepublish dan akan ada Promo khusus untuk Anda yang pengadaan hari ini.
Pengadaan Bahan Pustaka
Bagikan Artikel Ini
Yusuf Abdhul Azis
Yusuf Abdhul Azis
Artikel Terbaru

INGIN PENGADAAN BUKU UNTUK PERPUSTAKAAN DAN INSTANSI ANDA?

Mari pengadaan Buku dengan Penerbit Deepublish dan akan ada Promo khusus untuk Anda yang pengadaan hari ini.