Cara Cek Buku yang Sudah Dinilai Kemendikdasmen, Mudah Lewat SIBI

Cara Cek Buku yang Sudah Dinilai Kemendikdasmen

Pernah menemukan tulisan “Sudah Dinilai Pusat Perbukuan” di sampul belakang buku? Mungkin kamu penasaran, apakah buku tersebut benar-benar sudah melalui proses penilaian resmi atau hanya klaim dari penerbit?

Untuk memastikannya, kamu bisa mengecek melalui SIBI (Sistem Informasi Perbukuan Indonesia), platform resmi yang disediakan oleh Pusat Perbukuan Kemendikdasmen. Melalui platform ini, kamu bisa melihat informasi buku yang telah melalui proses penilaian.

Artikel ini akan membahas cara cek buku yang sudah dinilai Kemendikdasmen secara bertahap. Kamu juga akan mengetahui jenis buku yang dinilai, arti status lulus penilaian, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih buku untuk digunakan dalam pembelajaran.

Key Takeways

  • Cek status penilaian buku melalui situs resmi SIBI Kemendikdasmen.
  • Buku yang sudah dinilai belum tentu dinyatakan lulus atau layak.
  • Cocokkan judul, jenjang, kelas, dan penerbit agar tidak salah memilih buku.
  • Gunakan menu Hasil Penilaian, bukan Katalog Buku Digital, untuk verifikasi status buku.

Apa Maksud Buku yang Sudah Dinilai Kemendikdasmen?

Buku yang sudah dinilai artinya buku tersebut pernah masuk proses penilaian oleh Pusat Perbukuan, unit yang menangani urusan perbukuan di lingkungan Kemendikdasmen.

Penilaian dilakukan terhadap produk akhir buku, memakai instrumen yang disusun oleh badan yang menangani perbukuan, dan hasilnya menentukan apakah buku itu dinyatakan layak atau belum.

Apa Kendala Anda dalam Pengadaan Buku?

Jadi, “sudah dinilai” tidak otomatis sama dengan “lulus”. Itu sebabnya kamu perlu melihat langsung daftar hasil penilaiannya, bukan hanya mengandalkan keterangan di kover atau materi promosi.

Jenis Buku yang Masuk Penilaian

Aturan penilaian buku pendidikan di Indonesia membagi buku ke dalam beberapa kelompok, yaitu buku teks utama, buku teks pendamping, buku teks muatan lokal, dan buku nonteks. Pembagian ini penting karena fungsi tiap buku berbeda.

Buku teks utama adalah buku pelajaran yang wajib dipakai dalam pembelajaran sesuai kurikulum dan disediakan pemerintah pusat tanpa dipungut biaya. Buku teks pendamping berfungsi memperluas, memperdalam, dan melengkapi materi pokok di buku teks utama, jadi sifatnya pelengkap.

Sementara itu, buku nonteks adalah buku pengayaan, referensi, dan panduan di luar buku teks utama, misalnya buku cerita bergambar untuk anak. Untuk mata pelajaran agama, mekanisme penilaiannya diatur tersendiri dalam regulasi yang sama, jadi jangan heran kalau polanya sedikit berbeda.

Cara Cek Buku yang Sudah Dinilai Kemendikdasmen di SIBI

Cara paling resmi untuk mengecek buku adalah lewat laman SIBI di buku.kemendikdasmen.go.id. Platform ini dikembangkan Pusat Perbukuan dan bisa diakses gratis oleh siapa saja. Berikut langkah-langkahnya.

1. Buka Situs SIBI

Buka browser di ponsel atau laptop, lalu kunjungi buku.kemendikdasmen.go.id. Pastikan alamatnya benar dan berakhiran go.id supaya kamu tidak salah masuk ke situs tiruan.

2. Pilih Menu “Hasil Penilaian”

Di bagian menu atas, cari menu Hasil Penilaian. Di sinilah daftar buku yang sudah melalui proses penilaian ditampilkan, lengkap dengan nama penerbitnya.

3. Tentukan Jenis Buku yang Kamu Cari

Pilih kategori yang sesuai, apakah buku teks utama, buku teks pendamping, atau buku nonteks. Kalau kamu mencari buku pelajaran tambahan untuk kelas tertentu, biasanya kamu akan bergerak di kategori buku teks pendamping.

4. Cocokkan Judul, Jenjang, dan Penerbit

Telusuri daftarnya berdasarkan judul atau nama penerbit. Setelah ketemu, cocokkan detailnya dengan buku yang kamu pegang, mulai dari judul lengkap, jenjang, kelas, semester, sampai nama penerbitnya. Judul yang mirip belum tentu buku yang sama, jadi teliti sedikit di tahap ini.

Pengadaan Buku

5. Cek Regulasi dan Harga Eceran Tertinggi (Opsional)

Kalau kamu butuh bukti yang lebih formal, misalnya untuk pengadaan sekolah, buka halaman Kebijakan di situs yang sama. Di sana ada keputusan menteri dan SK Kepala Badan yang memuat daftar buku teks pendamping, serta spesifikasi dan harga eceran tertingginya.

Bedanya Daftar Hasil Penilaian dan Katalog Baca Gratis

Banyak orang mengira semua buku di SIBI pasti bisa dibaca gratis. Padahal, SIBI punya dua fungsi, menampilkan hasil penilaian dan menyediakan katalog buku digital. Keduanya adalah menu yang berbeda.

Katalog berisi buku yang bisa dibaca atau diunduh, seperti buku teks Kurikulum Merdeka, buku K-13, dan buku nonteks. Sedangkan menu Hasil Penilaian berfungsi sebagai rujukan bahwa sebuah buku sudah melewati penilaian. Jadi, kalau sebuah buku muncul di daftar penilaian, bukan berarti file-nya otomatis tersedia untuk diunduh.

Tips Agar Tidak Salah Menilai Sebuah Buku

Jangan berhenti di keterangan sampul. Pernah ada laporan lama yang menyebut ada buku dengan klaim lolos penilaian di sampul belakang, padahal hasil pemeriksaan menunjukkan buku itu tidak lulus. Kasus seperti ini jadi pengingat kenapa verifikasi lewat sumber resmi itu penting.

Kalau judulnya tidak kamu temukan di daftar, jangan langsung menyimpulkan bukunya tidak layak. Bisa jadi bukunya belum didaftarkan, masih dalam proses, atau tercatat dengan judul yang sedikit berbeda. Langkah paling aman adalah menanyakan langsung ke penerbit atau menghubungi Pusat Perbukuan.

Biasakan verifikasi lewat sumber resmi sebelum memilih buku untuk kelas, perpustakaan, atau anak kamu. Dengan begitu, kamu bisa memilih bacaan yang benar-benar sudah melewati proses penilaian, bukan sekadar klaim di sampul.

Bagi sekolah, perguruan tinggi, maupun instansi yang sedang merencanakan pengadaan buku, Penerbit Deepublish juga menyediakan Layanan Pengadaan Buku untuk mendukung kebutuhan literasi dan pengembangan koleksi perpustakaan.

Melalui layanan ini, kamu bisa berkonsultasi mengenai kebutuhan buku yang sesuai dengan institusi. Dengan begitu, proses pengadaan buku menjadi lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pembaca.

Referensi:

Pusat Perbukuan, Kemendikdasmen. “Hasil Penilaian.” SIBI: Sistem Informasi Perbukuan Indonesia, buku.kemendikdasmen.go.id/hasil-penilaian. Diakses 5 Nov. 2026.

Pusat Perbukuan, Kemendikdasmen. “Buku untuk Guru.” SIBI: Sistem Informasi Perbukuan Indonesia, buku.kemendikdasmen.go.id/panduan/guru. Diakses 5 Nov. 2026.

Pusat Perbukuan, Kemendikdasmen. “Kebijakan.” SIBI: Sistem Informasi Perbukuan Indonesia, app.buku.kemendikdasmen.go.id/kebijakan. Diakses 5 Nov. 2026.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2022 tentang Penilaian Buku Pendidikan. 2022, static.buku.kemdikbud.go.id/content/undang-undang/PERMENDIKBUDRISTEK%20NOMOR%2025%20TAHUN%202022.pdf. Diakses 5 Nov. 2026.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Peraturan Kepala BSKAP Nomor 039/H/P/2022 tentang Pedoman Penilaian Buku Pendidikan. 2022, ikapi.org/wp-content/uploads/2022/08/Peraturan-kabadan-tentang-pedoman-penilaian-NOMOR-039HP2022.pdf. Diakses 5 Nov. 2026.

ANTARA. “Kemendikdasmen Sediakan Ribuan Buku Digital Gratis lewat Platform SIBI.” Antara News, 30 Juni 2026, antaranews.com/berita/5628948/kemendikdasmen-sediakan-ribuan-buku-digital-gratis-lewat-platform-sibi. Diakses 5 Nov. 2026.

JPNN. “DPR Desak Kemdiknas Tarik Buku Pengayaan.” JPNN.com, jpnn.com/news/dpr-desak-kemdiknas-tarik-buku-pengayaan. Diakses 5 Nov. 2026.

Muhammad Luqman

Tim editorial Penerbit Deepublish berfokus pada topik pengadaan buku, perpustakaan, dan pendidikan. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber tepercaya dan regulasi resmi agar informasinya akurat serta relevan.

Bagikan Artikel Ini
Artikel Terbaru