Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial: 3 Tujuan dan Manfaat

Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah program transformasi yang ingin mengubah paradigma lama. Dari paradigma eksklusif menjadi inklusif. Sudah menjadi rahasia umum, jika perpustakaan kurang menarik karena dianggap masih konvensional. Untuk mengubah paradigma itulah, butuh transformasi yang sekarang masih upaya untuk memaksimalkan untuk menuju perubahan. 

Padahal kita tahu bahwasanya perpustakaan adalah sarana pengembang literasi. Dimana literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap subjek ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan sebagai alat untuk bersaing dengan pasar global. Lantas, sebenarnya apa sih inklusi sosial perpustakaan? Kamu bisa temukan jawabannya di sini.

Apa Itu Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial?

Perpustakaan berbasis inklusi sosial (PBIS) adalah penguasaan literasi masyarakat. Dengan meningkatkan literasi masyarakat, diharapkan masyarakat akan mendapatkan kebutuhan akan informasi, pengetahuan dan mengasah keterampilan yang dimiliki sesuai dengan konteksnya masing-masing. Adapun fokus dari perpustakaan berbasis inklusi sosial, yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah program transformasi ilmu pengetahuan dan pembelajaran sepanjang hayat. Dimana lewat program ini masyarakat tidak sekedar melek literasi, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraannya. 

Dimana perpustakan berbasis inklusi sosial adalah program yang ingin memperkuat peran perpustakaan umum sebagai penggerak dalam memberdayakan manusia. Seperti yang kita tahu, kesadaran akan literasi Indonesia kurang baik, dan perpustakaan memiliki tugas untuk mengubah kesenjangan akses informasi yang sedang terjadi saat ini dengan banyak program, salah satunya berbasis inklusi sosial. 

Apa Kendala Anda dalam Pengadaan Buku?

Mengapa Inklusi Sosial Diperlukan?

Adapun upaya dari perpustakaan berbasis inklusi sosial, yaitu dengan transformasi perpustakaan. Yaitu dengan meningkatkan kualitas layanan, meningkatkan penggunaan layanan, memenuhi kebutuhan masyarakat, membangun komitmen dan mendukung stakeholder yang ada.

Misalnya, menyediakan sumber bacaan informasi, pengetahuan yang bermanfaat untuk memberdayakan potensi dan bakat masyarakat.

Perpustakaan sebagai sarana untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Dimana ilmu pengetahuan mampu mengubah banyak hal. Mampu mengubah kemiskinan menjadi kemapanan. Kemunduran menjadi kemajuan. Ketertinggalan menjadi terdepan. 

Tujuan Inklusi Sosial Perpustakaan

Adapun tujuan dari inklusi sosial perpustakaan, yaitu menciptakan ekosistem pendukung bagi pelaksanaan program. Baik itu untuk program label desa, kabupaten maupun provinsi. Tidak berhenti sampai disitu saja, adapun tujuan lain yaitu memastikan tersedianya landasan kebijakan yang sesuai dengan program daerah. 

Daftar Pengadaan

Termasuk membangun kerjasama antara perpustakaan daerah dengan pemangku kepentingan. Kerjasama inilah yang akan menciptakan sinergi yang membawa perubahan positif. Adapun tujuan secara spesifik dari kegiatan perpustakaan berbasis inklusi sosial, sebagai berikut. 

1. Meningkatkan Layanan Informasi 

Tidak dapat dipungkiri jika layanan informasi itu penting. Pentingnya meningkatkan kualitas layanan informasi perpustakaan melalui beberapa cara.

Misalnya memaksimalkan dan memperbanyak koleksi bahan pustaka. Termasuk memperhatikan kualitas bahan pustaka apakah berbobot atau tidak. Termasuk juga menyediakan layanan komputer dan internet bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi pendukung lainnya. 

2. Melibatkan Masyarakat 

Dalam menjalankan sebuah tujuan besar, khususnya perubahan dan kesadaran kolektif, maka dibutuhkan partisipasi dari masyarakat.

Maka, tidak heran jika program perpsutakaan berbahasisinkulsisosial ini pun juga harus melibatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan yang baik dan positif. Dimana kegiatan-kegiatan yang positif ini nantinya akan membantu memaksimalkan  potensi, keterampilan dan pengetahuan masyarakat untuk memperbaiki taraf kehidupannya. 

Ada banyak cara untuk melibatkan masyarakat aktif dalam program ini. Misalnya untuk ibu-ibu, bisa membuat acara kegiatan kulineran, lomba/workshop/pelatihan memasak. Selain melibatkan orangtua, penting juga melibatkan penerus bangsa dari kalangan akademisi.

Misalnya ingin melibatkan mahasiswa atau pelajar, maka bisa mengadakan kegiatan kesenian ataupun kegiatan yang memiliki daya tarik bagi kalangan mahasiswa. Bisa juga melibatkan dan memperkenalkan pelajar siswa SD, atau pun SMP.

Daftar Pengadaan

3. Advokasi

Ada banyak permasalahan yang terjadi di masyarakat. Baik masalah perekonomian, angka pengangguran terdidik semakin tinggi, sementara lapangan kerja tidak memadai, akibat dari perspektif yang berorientasi menjadi pelamar kerja daripada menciptakan kerja. Dan tentu saja masih banyak permasalahan sepele namun cukup penting untuk menjadi bahan kajian dan diskusi.

Nah salah satu tujuan inklusi sosial perpustakaan adalah membangun perspektif yang out of the box. Berfikiran yang tidak umum, dan membawa perubahan. Tentu saja untuk bisa mencapai titik ini butuh kosakata pengetahuan, mentalitas dan keberanian serta mengetahui strategi caranya.

Salah satunya adalah membangun advokasi kemitraan. Sudah menjadi rahasia umum, jika kemitraan salah satu cara untuk membangun peluang, dan membangun kesempatan serta bisa memaksimalkan potensi menjadi lebih luas lagi. Sehingga bisa menciptakan kegiatan berkelanjutan. 

Manfaat Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Salah satu tantangan Negara berkembang adalah kesadaran akan literasi yang masih kurang. Padahal jika dilihat dari sumber daya alam, Indonesia sangat potensial. Namun sebesar potensi SDA yang dimiliki, jika tidak dibarengi dengan kesadaran diri, kreativitas dan kesadaran literasi yang baik, tidak dapat dikembangkan sebagaimana mestinya. 

Oleh sebab itu, inklusi sosial perpustakaan beberapa tahun terakhir mulai dimaksimalkan agar dapat mencapai manfaat yang diinginkan. Berikut adalah beberapa manfaat transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. 

  1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat 
  2. Mencerdaskan generasi masa depan bangsa 
  3. Menyejahterakan anak bangsa sesuai dengan amanah UUD 1945 
  4. Mengurangi masyarakat marjinal 
  5. Membangun kolaborasi untuk meningkatkan sumber daya manusia 
  6. Membangun kepercayaan diri 
  7. Memberdayakan dan dengan mekanisme yang efektif 
  8. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi

Dari kedelapan manfaat transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di atas hanya beberapa manfaat yang akan dirasakan. Baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Tentunya jika program ini bisa diamalkan dengan tepat sasaran dan efektif. (Irukawa Elisa).

Baca Artikel Terkait Berikut Ini

Foto Profil
Yusuf Abdhul Azis

Ingin Pengadaan Bahan Pustaka untuk Perpustakaan?

Mari pengadaan Buku dengan Penerbit Deepublish dan akan ada Promo khusus untuk Anda yang pengadaan hari ini.
Pengadaan Bahan Pustaka
Bagikan Artikel Ini
Yusuf Abdhul Azis
Yusuf Abdhul Azis
Artikel Terbaru

INGIN PENGADAAN BUKU UNTUK PERPUSTAKAAN DAN INSTANSI ANDA?

Mari pengadaan Buku dengan Penerbit Deepublish dan akan ada Promo khusus untuk Anda yang pengadaan hari ini.