Kata majemuk adalah bagian penting dalam tata bahasa yang sering kamu temui dalam berbagai bentuk tulisan dan percakapan sehari-hari. Pemahaman tentang kata majemuk membantu kamu untuk mengetahui bagaimana dua kata atau lebih bisa digabungkan sehingga membentuk makna baru yang berbeda dari kata-kata penyusunnya.
Dengan memahami konsep ini, kamu akan lebih mudah dalam membaca, menulis, dan menyusun kalimat yang baik dan benar dalam bahasa Indonesia. Dalam penggunaannya, kata majemuk mempunyai ciri-ciri, jenis, dan aturan penulisan yang perlu kamu perhatikan supaya tidak terjadi kesalahan makna.
Setiap jenis kata majemuk juga mempunyai contoh yang bisa membantu kamu memahami perbedaannya dalam konteks kalimat. Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari tentang pengertian, ciri-ciri, jenis, cara penulisan, hingga contoh kata majemuk.
Daftar Isi
Pengertian Kata Majemuk
Apakah yang dimaksud dengan kata majemuk? Kata majemuk adalah gabungan dua kata dasar atau lebih yang membentuk satu kata baru dengan makna yang berbeda dari kata asalnya. Kata ini digunakan untuk menyatakan suatu konsep tertentu saat satu kata saja belum cukup untuk mewakilinya secara utuh.
Proses penggabungan ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mengikuti aturan dan pola bahasa sehingga menghasilkan bentuk yang padu dan mempunyai makna yang jelas. Setiap unsur pembentuk kata majemuk sebenarnya bisa berdiri sendiri sebagai kata, tapi saat digabungkan, maknanya dapat berubah, menyempit, atau bahkan membentuk arti yang sama sekali berbeda.
Hal inilah yang membuat kata majemuk berperan penting dalam memperkaya kosakata sekaligus membantu memperjelas penyampaian makna dalam komunikasi. Jenis kata tersebut perlu diperhatikan dengan cermat karena berbeda dengan frasa. Salah satunya adalah tidak bisa disisipi unsur lain di antara kata penyusunnya tanpa mengubah makna.
Selain itu, perubahan bentuk umumnya tidak dilakukan pada salah satu bagian saja, melainkan pada keseluruhan bentuk apabila mengalami pengembangan. Urutan kata juga tidak bisa dibalik, karena bisa mengubah atau menghilangkan makna yang dimaksud. Ada juga kata majemuk yang maknanya tidak bisa dipahami secara langsung dalam arti masing-masing kata penyusunnya.
Ciri-Ciri Kata Majemuk
Berikut ini adalah beberapa ciri kata majemuk yang perlu kamu ketahui.
1. Tidak Dapat Ditambahkan dan Dipisahkan
Unsur dalam kata majemuk tidak dapat ditambahkan kata lain maupun dipisahkan karena akan mengubah bahkan merusak maknanya. Kata majemuk harus tetap utuh sebagai satu kesatuan. Contohnya, kata makan hati tidak bisa diubah menjadi makanan hati atau makan itu hati karena maknanya akan menjadi tidak jelas atau berbeda dari makna aslinya.
2. Tidak Dapat Disisipi
Bentuknya tidak dapat disisipi unsur kata lain. Untuk membedakannya dengan frasa, kamu dapat mencoba menyisipkan kata di antara dua kata dasarnya dan melihat perubahan maknanya. Apabila gabungan kata tersebut mempunyai makna yang sama setelah disisipi, maka itu termasuk frasa.
Tapi, apabila maknanya berubah atau menjadi tidak masuk akal, maka gabungan ini merupakan kata majemuk. Contohnya adalah “kacamata”. Kata tersebut tidak bisa disisipi menjadi “kaca pada mata” atau “kata dari mata”, sehingga termasuk kata majemuk.
3. Tidak Bisa Diperluas
Kata majemuk bisa dikembangkan hanya dengan menambahkan imbuhan pada salah satu katanya saja. Apabila ingin diberikan imbuhan, makna imbuhan ini harus melekat pada keseluruhan gabungan kata supaya tetap mempunyai makna yang tepat. Hal tersebut berbeda dengan frasa yang masih diberi imbuhan pada salah satu unsurnya.
Contohnya, kata majemuk “kereta api” tidak bisa diperluas menjadi “perkereta api” atau “kereta apian”. Apabila ingin diberi imbuhan, maka harus mengapit semua gabungan kata tersebut sehingga menjadi “perkeretaapian”.
4. Posisi Tidak Bisa Ditukar
Ciri lainnya adalah susunan katanya bersifat tetap. Artinya, urutan kata penyusunnya tidak dapat dibalik atau dipertukarkan. Apabila posisinya diubah, makna kata ini bisa hilang atau menjadi berbeda. Contohnya, kata majemuk “angkat kaki” yang berarti “pergi” tidak bisa diubah menjadi “kaki angkat” karena maknanya akan berubah atau bahkan tidak bermakna jelas.
Begitu pula dengan “buah tangan” yang berarti “oleh-oleh”, tidak dapat ditukar menjadi “tangan buah” karena akan menimbulkan makna yang tidak tepat.
Jenis Kata Majemuk
Berdasarkan asal-usulnya, kata majemuk dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Eksosentris
Kata majemuk eksosentris terbentuk saat kelas kata hasil gabungan berbeda dengan salah satu atau bahkan seluruh unsur pembentuknya. Contohnya adalah manakala, apabila, luar negeri, luar biasa, dan bawah sadar. Berdasarkan kata penyusunnya, kata majemuk juga bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Kata majemuk yang tersusun dari kata sifat dengan kata benda, contohnya tinggi hati, keras kepala, dan panjang tangan.
- Kata majemuk yang tersusun dari kata benda dengan kata sifat, contohnya rumah sakit, pejabat tinggi, dan orang tua.
- Kata majemuk yang tersusun dari kata benda dengan kata kerja, contohnya anak pungut, meja makan, dan kapal terbang.
- Kata majemuk yang tersusun dari kata benda dengan kata benda, contohnya anak emas, sapu tangan, dan kapal udara.
- Kata majemuk yang tersusun dari kata bilangan dengan kata benda, contohnya dwiwarna, sapta marga, dan panca indra.
- Kata majemuk yang tersusun dari kata kerja dengan kata kerja, contohnya keluar masuk, pulang pergi, dan naik turun.
- Kata majemuk yang tersusun dari kata sifat dengan kata sifat, contohnya cerdik pandai, besar kecil, dan tua muda.
2. Endosentris Atributif
Kata majemuk endosentris atributif adalah kata majemuk yang mempunyai struktur yang sama dengan salah satu atau semua unsur pembentuknya. Dalam susunannya, salah satu unsur berfungsi sebagai inti, sedangkan unsur lainnya berfungsi sebagai pembatas atau penjelas. Kata-kata yang termasuk dalam endosentris atributif adalah:
- Kelompok kata majemuk yang unsur pembentukannya sudah tidak dikenali lagi secara terpisah, contohnya bumiputra, nusantara, hulubalang, singgasana, dan balairung.
- Kelompok idiom atau metafora yang sudah tidak produktif lagi, contohnya panjang tangan, jantung hati, anak mata, dan matahari.
- Kelompok kata majemuk yang salah satu unsurnya bersifat terikat, contohnya tua renta, gelap gulita, lalu lalang, dan mahasiswa.
- Kelompok kata yang sudah tetap atau sedang menuju bentuk tetap, contohnya surat kabar, meja tulis, pasar malam, dan rumah makan.
3. Endosentris Koordinatif
Kata majemuk endosentris koordinatif adalah kata majemuk yang terbentuk dari dua unsur yang mempunyai kedudukan setara. Contohnya adalah sendratari, kaki tangan, tanah air, dan pecah belah.
Cara Penulisan Kata Majemuk
Dalam bahasa Indonesia, penulisan kata majemuk bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dipisahkan atau digabungkan. Kata majemuk yang ditulis terpisah pada setiap unsurnya disebut kata majemuk tidak senyawa, sedangkan kata majemuk yang ditulis menyatu dalam satu rangkaian disebut kata majemuk senyawa.
Contoh kata majemuk senyawa adalah segitiga, sapu tangan, kacamata, matahari, dukacita, dan sukacita. Contoh kata majemuk tidak senyawa adalah harga diri, mata kaki, buah tangan, rumah sakit, dan kereta api.
20 Contoh Kata Majemuk
Berikut adalah contoh kata majemuk.
- Meja makan
- Anak emas
- Buah tangan
- Matahari
- Kacamata
- Sapu tangan
- Kereta api
- Rumah sakit
- Tanggung jawab
- Anak emas
- Harga diri
- Buku tulis
- Naik turun
- Panjang tangan
- Kaki tangan
- Orang tua
- Air mata
- Duta besar
- Jalan raya
- Anak didik
Kata majemuk perlu kamu pahami karena berkaitan dengan pembentukan kata dan makna dalam bahasa Indonesia. Dengan memahami kata majemuk, kamu bisa lebih mudah membedakan kata majemuk dengan bentuk kebahasaan lainnya dan menggunakannya dengan tepat. Semoga artikel ini membantu kamu dalam menambah wawasan dan memperkuat pemahaman tentang kata majemuk.
Sumber:
Penerbit Deepublish. https://penerbitdeepublish.com/dasar-menulis/kata-majemuk/ diakses pada 21 Mei 2026
Kumparan. https://kumparan.com/pojok-informasi/kata-majemuk-adalah-apa-ini-penjelasan-lengkap-yang-mudah-dipahami-27GhbUWjErQ/full diakses pada 21 Mei 2026

