Kamu baru dapat tugas merapikan perpustakaan sekolah, desa, atau pesantren? Koleksi sudah menumpuk, catatan peminjaman masih di buku tulis, dan tiba-tiba ada yang bilang, “Pakai aplikasi saja biar rapi.” Lalu muncul dua nama yang paling sering disebut SLiMS dan INLISLite.
Dua-duanya sama-sama aplikasi otomasi perpustakaan buatan Indonesia, dan dua-duanya bisa dipakai tanpa membeli lisensi. Tapi cara kerja, asal-usul, dan kebutuhan teknisnya tidak persis sama. Salah pilih bisa bikin pustakawan kewalahan di tengah jalan.
Di artikel ini kita bahas SLiMS vs INLISLite dengan sudut pandang perpustakaan kecil.
Daftar Isi
Apa Itu SLiMS?
SLiMS adalah singkatan dari Senayan Library Management System, aplikasi manajemen perpustakaan berbasis web yang bersifat open source. Aplikasi ini dikembangkan dengan PHP dan MySQL, dilisensikan di bawah GNU GPL v3, dan bisa diunduh gratis dari situs resminya. Artinya, kamu boleh memakai, mempelajari, dan menyesuaikannya sesuai kebutuhan.
Fitur intinya mencakup katalogisasi atau database bibliografi, sirkulasi (peminjaman, pengembalian, dan reservasi), keanggotaan, stocktaking, laporan dan statistik, pembuat barcode, sampai fitur backup database.
Versi yang banyak dipakai sekarang berada di keluarga Bulian (SLiMS 9), dan rilis 9.7.0 diumumkan komunitasnya setelah jeda sekitar dua tahun dari 9.6.1.
Apa Itu INLISLite?
INLISLite adalah aplikasi otomasi perpustakaan yang dibangun dan dikembangkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Namanya berasal dari Integrated Library System. Perpusnas mulai mengembangkannya untuk kebutuhan internal sejak 2003, lalu versi Lite disebarkan untuk perpustakaan lain sejak 2011.
Aplikasi ini banyak dipakai di perpustakaan umum daerah, yaitu dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten atau kota. Beberapa penelitian mencatat pemakaiannya di perpustakaan sekolah dan madrasah juga.
Fiturnya mencakup pengolahan bahan pustaka, OPAC (katalog daring), sirkulasi, keanggotaan, dan layanan pendaftaran anggota mandiri secara online. Dokumen Perpusnas juga menempatkan INLISLite sebagai software otomasi yang disediakan Perpusnas, sehingga komponen lisensi aplikasinya tidak perlu dianggarkan.
Perbandingan Slims dan Inlislite
Supaya lebih mudah dicerna, kita bandingkan dari beberapa sisi yang paling terasa buat perpustakaan kecil.
1. Asal-usul dan Pengembang
SLiMS dikembangkan komunitas (Senayan Developers Community) dan terbuka untuk kontribusi siapa saja. INLISLite dikembangkan dan dikelola oleh Perpusnas RI sebagai lembaga resmi.
Jadi SLiMS unggul di fleksibilitas dan ekosistem komunitas, sedangkan INLISLite unggul di kedekatan dengan kebijakan dan standar nasional.
2. Biaya dan Lisensi
Soal biaya, keduanya sama-sama tidak mengenakan biaya lisensi aplikasi. SLiMS open source dengan GPL v3, sementara INLISLite disediakan Perpusnas. Yang tetap perlu kamu siapkan adalah perangkat keras, listrik, jaringan lokal bila diperlukan, dan waktu pelatihan petugas.
3. Kemudahan Instalasi
SLiMS tersedia dalam dua bentuk, paket installer (source code) dan versi portable. Versi portable cocok untuk perpustakaan kecil yang cuma punya satu komputer, karena bisa dijalankan tanpa harus menyiapkan server web sendiri. Kamu tinggal unduh dari situs resminya.
INLISLite umumnya dipasang sebagai paket yang sudah membawa komponen pendukungnya. Satu penelitian di perpustakaan sekolah mencatat bahwa instalasi INLISLite pada saat itu hanya bisa di sistem operasi Windows.
Karena versi terbaru bisa saja berubah, cek persyaratan sistem di situs resmi INLISLite sebelum memutuskan.
4. Fitur dan Kemampuan Pengembangan
Untuk kebutuhan dasar perpustakaan kecil, seperti katalog, anggota, dan peminjaman, kedua aplikasi sudah cukup. Perbedaannya muncul saat kamu ingin melangkah lebih jauh. SLiMS punya dukungan interoperabilitas seperti MODS XML dan OAI-PMH, plus ruang untuk dikembangkan karena kodenya terbuka.
Penelitian tentang SLiMS di sejumlah perpustakaan sekolah juga mencatat hal yang menarik, fitur yang tersedia sering belum dimanfaatkan penuh. Jadi sebelum tergoda fitur lengkap, tanyakan dulu apakah petugasmu benar-benar akan memakainya.
5. Komunitas dan Dukungan
Ini poin yang sering menentukan. SLiMS punya komunitas yang aktif dan tersebar di banyak kota, sehingga mencari panduan, tutorial, atau teman diskusi relatif mudah. INLISLite punya forum dan kanal resmi dari Perpusnas, dan sering ada pelatihan dari dinas perpustakaan daerah.
Kalau perpustakaanmu berada di bawah binaan dinas perpustakaan yang sudah memakai INLISLite, dukungan lokal itu bisa jadi nilai tambah besar. Sebaliknya, kalau kamu mengelola sendiri tanpa pembina, komunitas SLiMS biasanya lebih membantu.
Mana yang Lebih Cocok untuk Perpustakaan Kecil?
Berikut gambaran umumnya pengunaan kedua aplikasi tersebut untuk perpustakaan kecil.
Perpustakaan Sekolah dan Madrasah
Untuk perpustakaan sekolah dengan petugas merangkap guru, SLiMS sering terasa lebih fleksibel karena banyak panduan dan contoh penerapannya di sekolah, mulai dari SD sampai SMA dan MAN.
Kalau dinas pendidikan atau dinas perpustakaan di daerahmu sudah punya program INLISLite, ikuti arah itu supaya data dan pelatihannya selaras.
Perpustakaan Desa dan Taman Bacaan
Perpustakaan desa biasanya punya komputer terbatas dan petugas yang bergantian. Versi portable SLiMS cocok sebagai titik awal karena ringan dan tidak ribet.
Namun jika desa kamu mendapat pendampingan dari perpustakaan daerah yang memakai INLISLite, tanyakan dulu apakah mereka menyediakan pelatihan atau instalasi.
Perpustakaan Pesantren dan Komunitas
Perpustakaan pesantren dan komunitas biasanya tumbuh dari donasi buku dan dikelola sukarelawan. Kebutuhannya sederhana: mencatat koleksi dan peminjaman dengan rapi.
Pilih aplikasi yang paling mudah dipelajari oleh pengelolanya, lalu pastikan ada yang rutin membackup data.
Tips Sebelum Memutuskan
Sebelum menginstal, coba lakukan beberapa hal ini:
- Cek spesifikasi komputer yang tersedia dan persyaratan sistem tiap aplikasi.
- Tanyakan ke dinas perpustakaan atau perpustakaan daerah, aplikasi apa yang mereka pakai dan apakah ada pelatihan.
- Coba instal versi uji di komputer terpisah, input sepuluh judul buku, lalu simulasikan peminjaman.
- Tentukan siapa yang bertanggung jawab atas backup data, minimal sebulan sekali.
- Rapikan dulu data koleksi, termasuk inventarisasi dan kelengkapan metadata, sebelum diinput.
Langkah nomor tiga sering diremehkan, padahal paling jujur. Dari situ kamu bisa merasakan sendiri mana yang lebih nyaman dipakai petugasmu.
SLiMS dan INLISLite sama-sama pilihan sah untuk perpustakaan kecil. SLiMS menonjol di fleksibilitas, komunitas, dan versi portable, sedangkan INLISLite kuat di dukungan resmi Perpusnas dan kedekatannya dengan perpustakaan daerah.
Pilihan terbaik bukan yang fiturnya paling banyak, melainkan yang benar-benar bisa dipakai petugasmu setiap hari. Coba dulu keduanya, tanya dinas perpustakaan setempat, lalu putuskan.
Kalau kamu sedang menyiapkan pengadaan buku untuk perpustakaan, baca juga panduan kami soal cara pengadaan buku perpustakaan lewat SIPLah dan contoh kebijakan pengembangan koleksi supaya aplikasinya diisi koleksi yang tepat.
Referensi:
Antara. “Bekasi Pakai Aplikasi Inlislite Tingkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan.” Antara News Megapolitan, megapolitan.antaranews.com/berita/142090/bekasi-pakai-aplikasi-inlislite-tingkatkan-kualitas-layanan-perpustakaan. Diakses 13 Okt. 2026.
Code4Lib. “Senayan Library Management System (SLiMS).” Code4Lib Wiki, wiki.code4lib.org/Senayan_Library_Management_System_(SLiMS). Diakses 13 Okt. 2026.
Kementerian Dalam Negeri RI. “Perpustakaan Digital: Kebijakan Otomasi Perpustakaan.” PPID Kemendagri, ppid.kemendagri.go.id/storage/dokumen/Rm3E7anuPCoPGVx8c0IlJj1iiOTmlEgWsC8hzxJC.pdf. Diakses 13 Okt. 2026.
Senayan Developers Community. “Release Announcement: SLiMS 9.7.0 ‘Bulian D. Roger.'” SLiMS, slims.web.id/news/bulian-d-roger/. Diakses 13 Okt. 2026.
Senayan Developers Community. “Library Automation User Global Survey.” SLiMS, slims.web.id/news/library-automation-user-global-survey/. Diakses 13 Okt. 2026.
“Penerapan Manajemen Perpustakaan Sekolah Berbasis Otomasi INLISLite.” Bibliotika, Universitas Negeri Malang, journal2.um.ac.id/index.php/bibliotika/article/view/17567/0. Diakses 13 Okt. 2026.
“Penerapan Pengolahan Bahan Pustaka Menggunakan Software INLISLite pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandar Lampung.” El-Pustaka, UIN Raden Intan Lampung, ejournal.radenintan.ac.id/index.php/elpustaka/article/view/16600/8911. Diakses 13 Okt. 2026.
“Optimalisasi Pemanfaatan Aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS) pada Perpustakaan.” Info Bibliotheca, Universitas Negeri Padang, infobibliotheca.ppj.unp.ac.id/index.php/infobibliotheca/article/download/180/26. Diakses 13 Okt. 2026.



