Ciri-Ciri Perpustakaan Perguruan Tinggi yang Perlu Kamu Tahu

ciri ciri perpustakaan perguruan tinggi

Buat kamu yang baru masuk kuliah, perpustakaan kampus mungkin terasa jauh berbeda dari perpustakaan sekolah dulu. Koleksinya lebih banyak, suasananya lebih “serius”, dan cara mahasiswa memanfaatkannya juga beda.

Wajar kalau kamu sempat bingung, sebenarnya apa sih yang membedakan perpustakaan perguruan tinggi dengan jenis perpustakaan lain? Apakah cuma soal ukuran gedung dan jumlah bukunya saja?

Artikel ini akan membahas pengertian, ciri-ciri, sampai fungsi perpustakaan perguruan tinggi secara lengkap, supaya kamu bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin selama kuliah.

Apa Itu Perpustakaan Perguruan Tinggi?

Perpustakaan perguruan tinggi adalah unit yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di sebuah kampus. Perpustakaan ini berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan tinggi.

Secara hukum, keberadaannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Aturan ini menegaskan bahwa setiap perguruan tinggi wajib menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan standar nasional pendidikan.

Apa Kendala Anda dalam Pengadaan Buku?

Selain itu, ada juga Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi yang lebih rinci, yang sempat diatur dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017 dan kini diperbarui melalui Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 5 Tahun 2024.

Ciri-Ciri Perpustakaan Perguruan Tinggi

Supaya lebih mudah membedakannya dengan perpustakaan sekolah atau perpustakaan umum, berikut ciri-ciri khas yang biasanya melekat pada perpustakaan perguruan tinggi.

1. Menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi

Ciri paling utama adalah fungsinya yang selalu terkait dengan tiga pilar utama kampus, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Semua koleksi dan layanan diarahkan untuk mendukung ketiga hal tersebut, bukan sekadar bacaan hiburan.

2. Koleksi yang Relevan dengan Kurikulum dan Riset

Perpustakaan perguruan tinggi wajib memiliki koleksi, baik dari segi jumlah judul maupun jumlah eksemplar, yang cukup untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Koleksinya biasanya mencakup buku teks, jurnal ilmiah, skripsi/tesis/disertasi, hingga bahan referensi sesuai bidang studi yang ada di kampus tersebut.

3. Penggunanya adalah Civitas Akademika

Pengguna utama perpustakaan ini adalah mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Pemustaka dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu potential user (seluruh civitas akademika yang berpotensi menggunakan) dan actual user (mereka yang benar-benar memanfaatkan layanan perpustakaan).

4. Mahasiswa Dianggap Mandiri dalam Mencari Informasi

Berbeda dengan perpustakaan sekolah di mana pustakawan sering menjadi “jembatan” antara guru dan murid, di perpustakaan perguruan tinggi mahasiswa sudah dianggap mampu menelusuri informasi secara mandiri. Justru yang terbentuk adalah hubungan segitiga antara pustakawan, mahasiswa, dan dosen dalam proses belajar-mengajar.

5. Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi

Perpustakaan perguruan tinggi didorong untuk mengembangkan layanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi, seperti katalog online (OPAC), repository digital, hingga akses jurnal elektronik. Hal ini membuat mahasiswa bisa mengakses koleksi tanpa harus selalu datang langsung ke gedung perpustakaan.

6. Punya Tenaga Perpustakaan yang Kompeten

Ciri lain yang cukup penting adalah keberadaan tenaga perpustakaan yang terdiri dari pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan. Pustakawan di lingkungan kampus dituntut punya kompetensi khusus, mulai dari pengelolaan koleksi, literasi informasi, sampai kemampuan mendukung kegiatan riset dosen dan mahasiswa.

Pengadaan Buku

7. Sarana dan Prasarana Sesuai Standar

Pembangunan gedung perpustakaan perguruan tinggi harus mengikuti pola induk (master plan) kampus, dengan lokasi yang mudah dijangkau dari berbagai fakultas. Selain itu, tersedia area khusus untuk koleksi, area baca untuk pengguna, ruang kerja petugas, serta fasilitas pendukung lain sesuai standar sarana dan prasarana perpustakaan.

8. Mendapat Alokasi Dana Pengembangan

Setiap perguruan tinggi wajib mengalokasikan dana untuk pengembangan perpustakaan sesuai peraturan perundang-undangan, guna memenuhi standar nasional pendidikan sekaligus standar nasional perpustakaan.

Baca Juga: 7 Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi

Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi

Sebagai unit penunjang Tri Dharma, perpustakaan perguruan tinggi menjalankan beberapa fungsi sekaligus, di antaranya:

  • Fungsi edukasi, mendukung proses belajar-mengajar di kelas maupun belajar mandiri.
  • Fungsi informasi, menjadi pusat rujukan berbagai sumber ilmu pengetahuan.
  • Fungsi penelitian, menyediakan bahan pustaka yang dibutuhkan dosen dan mahasiswa untuk riset.
  • Fungsi rekreasi, menyediakan bacaan ringan di luar materi kuliah untuk menyegarkan pikiran.
  • Fungsi deposit, menyimpan karya ilmiah civitas akademika seperti skripsi, tesis, dan disertasi.

Contoh Perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia

Beberapa contoh perpustakaan yang termasuk kategori ini antara lain perpustakaan Universitas Indonesia, perpustakaan Politeknik Keuangan Negara STAN, hingga perpustakaan di berbagai universitas negeri dan swasta lain di Indonesia. Masing-masing punya koleksi dan layanan yang disesuaikan dengan bidang keilmuan yang dikembangkan di kampusnya.

Referensi:

Fahmi, Muktamarudin. Mengenal Lebih Dekat Perpustakaan Perguruan Tinggi atau Universitas. Universitas Bangka Belitung, 28 May 2009. Diakses 30 Juli 2026.

Muhammad Luqman

Tim editorial Penerbit Deepublish berfokus pada topik pengadaan buku, perpustakaan, dan pendidikan. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber tepercaya dan regulasi resmi agar informasinya akurat serta relevan.

Bagikan Artikel Ini
Artikel Terbaru