Perbedaan Singkatan dan Akronim Beserta Contohnya

perbedaan singkatan dan akronim

Pada berbagai bentuk komunikasi tertulis maupun lisan, kita sering menjumpai penulisan yang dipersingkat seperti singkatan dan akronim. Keduanya terlihat mirip karena sama-sama merupakan bentuk pemendekan kata, namun sebenarnya memiliki aturan dan cara pembentukan yang berbeda. 

Kesalahan dalam memahami singkatan dan akronim dapat menyebabkan kekeliruan dalam penulisan, terutama dalam konteks formal seperti karya ilmiah, surat resmi, maupun dokumen akademik. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan singkatan dan akronim agar penggunaan bahasa menjadi lebih tepat, jelas, dan sesuai kaidah yang berlaku.

Lalu, apa sebenarnya yang membedakan singkatan dan akronim, serta bagaimana contoh penggunaannya dalam kalimat? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Akronim

Akronim adalah bentuk pemendekan kata yang berasal dari gabungan beberapa suku kata atau huruf awal dari sebuah rangkaian kata, yang kemudian dilafalkan sebagai satu kata utuh seperti kata biasa. Dalam penggunaan sehari-hari, akronim sering ditemukan pada nama lembaga, istilah, hingga singkatan populer yang sudah diserap dalam komunikasi formal maupun informal.

Berbeda dengan singkatan yang biasanya dibaca per huruf, akronim dibaca menyatu seperti sebuah kata. Contohnya seperti “SIM” (Surat Izin Mengemudi) atau “UNESCO” (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) yang diucapkan sebagai satu kesatuan bunyi. Hal ini membuat akronim lebih mudah diingat dan lebih praktis digunakan dalam komunikasi lisan maupun tulisan.

Apa Kendala Anda dalam Pengadaan Buku?

Secara umum, pengertian akronim dapat dipahami sebagai proses pemendekan kata yang menggabungkan huruf awal, suku kata, atau kombinasi keduanya dari beberapa kata sehingga membentuk kata baru yang memiliki makna tertentu. Akronim sering digunakan untuk menyederhanakan istilah yang panjang agar lebih efisien tanpa mengurangi makna aslinya.

Pengertian Singkatan

Singkatan adalah bentuk pemendekan kata atau frasa yang dilakukan dengan cara mengambil huruf tertentu, baik huruf awal maupun sebagian huruf dari suatu kata, untuk mempersingkat penulisan tanpa mengubah makna aslinya. Dalam penggunaannya, singkatan biasanya dibaca secara huruf per huruf, bukan sebagai satu kata utuh seperti pada akronim.

Dalam konteks penggunaan bahasa, singkatan banyak ditemukan dalam berbagai situasi, terutama pada penulisan formal seperti dokumen resmi, karya ilmiah, catatan akademik, hingga komunikasi administratif. Contohnya seperti “KTP” yang merupakan singkatan dari Kartu Tanda Penduduk, atau “SMP” yang merupakan Sekolah Menengah Pertama. Cara membacanya tetap dieja satu per satu huruf, bukan dilafalkan sebagai kata baru.

4 Perbedaan Singkatan dan Akronim

Singkatan dan akronim sering dianggap sama karena keduanya merupakan bentuk pemendekan kata. Namun, dalam kaidah bahasa Indonesia, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas, baik dari cara penulisan, pelafalan, hingga penggunaannya dalam komunikasi.

Berikut adalah 4 perbedaan singkatan dan akronim di dalam bahasa Indonesia:

1. Cara Pelafalan

Perbedaan utama antara singkatan dan akronim terletak pada cara membacanya. Singkatan biasanya dibaca satu per satu hurufnya, misalnya KTP dibaca “ka-te-pe” dan SMP dibaca “es-em-pe”. Sementara itu, akronim dibaca sebagai satu kata utuh, seperti “SIM” yang dibaca “sim” atau “UNESCO” yang dibaca sebagai satu kata yang menyatu.

2. Proses Pembentukan

Singkatan dibentuk dengan mengambil huruf awal atau beberapa huruf dari kata-kata tertentu tanpa mengubah struktur bunyi menjadi kata baru. Sedangkan akronim dibentuk dengan menggabungkan huruf awal, suku kata, atau kombinasi keduanya sehingga menghasilkan kata baru yang bisa diucapkan secara lancar.

3. Cara Penulisan

Dalam penulisan, singkatan umumnya menggunakan huruf kapital dan sering dipisahkan dengan tanda titik pada bentuk tertentu, tergantung aturan yang digunakan. Sementara akronim ditulis seperti kata biasa, tanpa tanda titik dan dapat mengikuti aturan kapitalisasi seperti kata pada umumnya.

4. Tingkat Keterkenalan dan Penggunaan

Singkatan cenderung digunakan dalam konteks formal dan administratif yang membutuhkan kejelasan, seperti dokumen resmi atau data identitas. Sedangkan akronim lebih fleksibel dan sering digunakan dalam berbagai bidang, termasuk nama lembaga, istilah populer, hingga bahasa sehari-hari karena lebih mudah diingat dan diucapkan.

Ebook Bisnis

Baca Juga: 100 Contoh Akronim di Berbagai Bidang

Contoh Akronim dan Singkatan

Berikut ini adalah beberapa contoh akronim dan singkatan yang digunakan dalam penggunaan bahasa Indonesia.

Contoh Akronim (50 Contoh)

  1. SIM (Surat Izin Mengemudi)
  2. UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization)
  3. UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund)
  4. WHO (World Health Organization)
  5. NATO (North Atlantic Treaty Organization)
  6. ASEAN (Association of Southeast Asian Nations)
  7. Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)
  8. BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial)
  9. Pertamina (Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara)
  10. Kemenkes (Kementerian Kesehatan)
  11. Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
  12. Kemhan (Kementerian Pertahanan)
  13. Polri (Kepolisian Republik Indonesia)
  14. BIN (Badan Intelijen Negara)
  15. KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
  16. KPU (Komisi Pemilihan Umum)
  17. Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu)
  18. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
  19. MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat)
  20. DPD (Dewan Perwakilan Daerah)
  21. Pemilu (Pemilihan Umum)
  22. Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)
  23. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)
  24. Bulog (Badan Urusan Logistik)
  25. PLN (Perusahaan Listrik Negara)
  26. Telkom (Telekomunikasi Indonesia)
  27. KAI (Kereta Api Indonesia)
  28. Jasa Marga (Jalan Tol Indonesia)
  29. BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
  30. LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)
  31. BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)
  32. OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
  33. BI (Bank Indonesia)
  34. BRI (Bank Rakyat Indonesia)
  35. BNI (Bank Negara Indonesia)
  36. BTN (Bank Tabungan Negara)
  37. Kadin (Kamar Dagang dan Industri)
  38. HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
  39. Organda (Organisasi Angkutan Darat)
  40. Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan)
  41. Radar (Radio Detection and Ranging)
  42. WiFi (Wireless Fidelity)
  43. UNICEF Indonesia (UN khusus anak)
  44. Basarnas (Badan SAR Nasional)
  45. Bakamla (Badan Keamanan Laut)
  46. BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme)
  47. BNN (Badan Narkotika Nasional)
  48. Densus (Detasemen Khusus)
  49. Akmil (Akademi Militer)
  50. Akpol (Akademi Kepolisian)

Contoh Singkatan (50 Contoh)

  1. KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  2. KK (Kartu Keluarga)
  3. SIM (Surat Izin Mengemudi – dibaca per huruf)
  4. STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan)
  5. BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor)
  6. NIK (Nomor Induk Kependudukan)
  7. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  8. SMA (Sekolah Menengah Atas)
  9. SMP (Sekolah Menengah Pertama)
  10. SD (Sekolah Dasar)
  11. PT (Perseroan Terbatas)
  12. CV (Commanditaire Vennootschap)
  13. RS (Rumah Sakit)
  14. RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah)
  15. PNS (Pegawai Negeri Sipil)
  16. TNI (Tentara Nasional Indonesia)
  17. AD (Angkatan Darat)
  18. AL (Angkatan Laut)
  19. AU (Angkatan Udara)
  20. Jl. (Jalan)
  21. No. (Nomor)
  22. Dr. (Dokter)
  23. Prof. (Profesor)
  24. Ir. (Insinyur)
  25. H. (Haji)
  26. Hj. (Hajah)
  27. Sdr. (Saudara)
  28. Yth. (Yang Terhormat)
  29. dsb. (dan sebagainya)
  30. dll. (dan lain-lain)
  31. s.d. (sampai dengan)
  32. a.n. (atas nama)
  33. u.p. (untuk perhatian)
  34. ttd. (tanda tangan)
  35. dkk. (dan kawan-kawan)
  36. cq. (casu quo)
  37. lb. (lebih kurang)
  38. cm (centimeter)
  39. kg (kilogram)
  40. gr (gram)
  41. km (kilometer)
  42. ml (mililiter)
  43. mg (miligram)
  44. hr (hari)
  45. bln (bulan)
  46. thn (tahun)
  47. tgl (tanggal)
  48. psn (pesan)
  49. bl (bulan – informal)
  50. org (orang)

Itulah artikel dari Pengadaan Buku Perpustakaan Deepublish tentang perbedaan singkatan dan akronim yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat!

Muhammad Luqman

Lead SEO Specialist and Content Editor for Deepublish Grup.

Bagikan Artikel Ini
Artikel Terbaru

INGIN PENGADAAN BUKU UNTUK PERPUSTAKAAN DAN INSTANSI ANDA?

Mari pengadaan Buku dengan Penerbit Deepublish dan akan ada Promo khusus untuk Anda yang pengadaan hari ini.