Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Merdeka dalam Sistem Pendidikan

kelebihan dan kekurangan kurikulum merdeka

Kelebihan dan kekurangan kurikulum merdeka menjadi topik penting dalam pembahasan sistem pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka hadir dengan pendekatan yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada para siswa.

Melalui kurikulum ini, proses pembelajaran diharapkan mampu mendorong penguatan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir para siswa.

Tapi, implementasi kurikulum Merdeka tidak lepas dari tantangan. Di satu sisi, kurikulum ini memberikan kebebasan bagi guru dan sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Di sisi lain, masih ada keterbatasan. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas kelebihan dan kekurangan kurikulum Merdeka secara menyeluruh.

Pengertian Kurikulum Merdeka

Apa itu Kurikulum Merdeka? Kurikulum Merdeka adalah pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan bakat dan minat para siswa dengan optimal. Pada Februari 2022, kurikulum tersebut secara resmi ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai bentuk pembaruan dalam pembelajaran intrakurikuler yang lebih beragam.

Dalam Kurikulum Merdeka, guru diberikan keleluasaan untuk memilih dan mengembangkan berbagai perangkat ajar. Fleksibilitas ini memungkinkan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan minat belajar para siswa. Sehingga, pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna.

Apa Kendala Anda dalam Pengadaan Buku?

Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Merdeka

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan kurikulum Merdeka.

a. Kelebihan Kurikulum Merdeka

Dalam penyusunan kurikulum Merdeka, pemerintah mengkaji dan mengevaluasi penerapan kurikulum sebelumnya secara mendalam. Kurikulum ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan dalam dunia pendidikan dengan menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan, fleksibel, dan berpusat pada siswa. Berikut ini adalah kelebihan kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran.

1. Pembelajaran Lebih Interaktif dan Kontekstual

Kurikulum Merdeka mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif melalui penerapan berbagai metode pembelajaran yang inovatif. Guru bisa memilih strategi pembelajaran yang paling sesuai dengan kapasitas dan karakteristik para siswa di kelas.

Salah satu metode yang diperkenalkan adalah pembelajaran berbasis proyek. Melalui metode ini, siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai isu nyata, seperti lingkungan, kesehatan, serta permasalahan sosial lainnya. Dengan pendekatan ini, pembelajaran menjadi lebih kontekstual, mendorong kreativitas, dan melatih kemampuan berpikir dan kolaborasi siswa.

Ebook Bisnis

2. Struktur Kurikulum Lebih Sederhana dan Fokus

Kurikulum Merdeka disusun dengan struktur yang lebih sederhana daripada sebelumnya. Penyederhanaan ini memiliki tujuan agar siswa dapat lebih fokus pada materi-materi yang esensial dan benar-benar dibutuhkan untuk mengembangkan kompetensi.

Dengan materi yang lebih terarah, proses pembelajaran tidak lagi berlangsung secara terburu-buru. Guru mempunyai waktu yang cukup untuk mengajarkan konsep secara mendalam, sehingga siswa bisa memahami materi dengan lebih baik dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Memberikan Kebebasan dalam Pembelajaran

Kelebihan lainnya dari kurikulum Merdeka adalah memberikan ruang kebebasan yang lebih luas dalam proses pembelajaran. Kebebasan tersebut memungkinkan para siswa untuk memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat, bakat, dan aspirasi yang dimiliki.

Selain itu, guru juga diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan metode dan materi pembelajaran dengan tahap perkembangan dan kemampuan siswa. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan para siswa.

Baca Juga: 7 Perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka

b. Kekurangan Kurikulum Merdeka

Walaupun kurikulum Merdeka menawarkan berbagai pembaruan dalam pembelajaran, pada tahap awal penerapannya masih ditemukan sejumlah kekurangan yang perlu mendapat perhatian. Berikut ini adalah beberapa kekurangan kurikulum Merdeka dalam sistem pendidikan.

1. Keterbatasan Kapasitas Sumber Daya Manusia

Penerapan kurikulum Merdeka menuntut kesiapan sumber daya manusia, khususnya guru, dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang inovatif. Proses perencanaan pembelajaran memerlukan waktu, kreativitas, dan kemampuan pedagogis yang memadai.

Maka dari itu, pemerintah perlu melakukan sosialisasi yang intensif dan menyediakan program pendidikan dan pelatihan bagi guru secara bertahap dan berkelanjutan.

Peningkatan kompetensi guru, penguatan pemahaman tentang pembelajaran yang berpusat pada siswa serta perubahan pola pikir dari pendekatan lama menjadi pendekatan yang lebih adaptif menjadi faktor penting agar kurikulum Merdeka bisa diterapkan secara optimal.

2. Persiapan yang Belum Sepenuhnya Matang

Kurikulum Merdeka adalah kebijakan yang relatif baru sehingga proses pengkajian dan evaluasinya masih terus berlangsung. Kondisi tersebut menyebabkan pelaksanaan kurikulum di lapangan belum sepenuhnya optimal karena memerlukan penyesuaian yang bertahap.

Selain itu, penerapan kurikulum baru membutuhkan waktu supaya sekolah, guru, dan siswa bisa memahami konsep dan tujuan kurikulum Merdeka secara menyeluruh. Maka dari itu, dibutuhkan evaluasi berkelanjutan supaya penerapannya menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

3. Sistem Pembelajaran yang Belum Terstruktur Secara Rinci

Dalam pelaksanaannya, kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas yang cukup besar kepada guru. Tapi, fleksibilitas tersebut terkadang menyebabkan kebingungan karena belum dilengkapi denan pedoman pembelajaran yang rinci dan seragam.

Akibatnya, ada perbedaan penerapan kurikulum antarsekolah yang cukup signifikan. Hal tersebut berpotensi memengaruhi konsistensi kualitas pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan, khususnya di sekolah yang belum memiliki kesiapan sistem pembelajaran yang baik.

Berdasarkan pembahasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa kurikulum Merdeka mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Penerapan Kurikulum Merdeka memberi ruang fleksibilitas dalam pembelajaran, namun juga menuntut kesiapan sumber belajar yang relevan dan berkualitas. Tanpa dukungan buku yang tepat, implementasi kurikulum tidak akan berjalan optimal di kelas.

Untuk itu, sekolah perlu cermat dalam pengadaan buku sekolah yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Deepublish hadir sebagai mitra pengadaan buku sekolah yang menyediakan buku pelajaran, buku pendamping, dan literasi pendidikan. Dengan dukungan buku yang tepat, pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dapat berlangsung lebih efektif dan bermakna.

Sumber:

GuruInovatif.id. https://guruinovatif.id/@redaksiguruinovatif/kelebihan-dan-kekurangan-kurikulum-merdeka. diakses pada 3 Januari 2026

Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen. “Kurikulum Merdeka.”Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, https://ditsd.kemendikdasmen.go.id/hal/kurikulum-merdeka. Diakses 5 Jan. 2026.

Muhammad Luqman

Berpengalaman lebih dari 3 tahun di bidang arsip dan perpustakaan. Berfokus pada pengelolaan dokumen, digitalisasi arsip, serta pengembangan sistem informasi perpustakaan.

Bagikan Artikel Ini
Artikel Terbaru

INGIN PENGADAAN BUKU UNTUK PERPUSTAKAAN DAN INSTANSI ANDA?

Mari pengadaan Buku dengan Penerbit Deepublish dan akan ada Promo khusus untuk Anda yang pengadaan hari ini.