Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah salah satu komponen penting dalam penerapan kurikulum Merdeka. ATP dirancang sebagai rangkaian tujuan pembelajaran yang saling berkaitan dan tersusun secara sistematis dalam satu fase pembelajaran, sehingga bisa menjadi panduan bagi guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran secara terarah.
Melalui ATP, guru mempunyai acuan yang jelas tentang capaian pembelajaran yang harus dicapai oleh para siswa, sementara siswa bisa memahami tahapan belajar yang perlu dilalui. Dengan demikian, ATP berperan penting dalam memastikan pembelajaran berjalan secara efektif dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan para siswa dalam kurikulum Merdeka.
Daftar Isi
Pengertian Alur Tujuan Kurikulum Merdeka
Apakah yang dimaksud alur tujuan pembelajaran (ATP)? ATP adalah susunan tujuan pembelajaran yang dirancang secara sistematis dan logis dalam satu fase pembelajaran secara menyeluruh. Penyusunan ATP mengikuti urutan aktivitas pembelajaran dari awal sampai akhir fase untuk mengukur capaian pembelajaran.
Dalam Kurikulum Merdeka, ATP berperan sebagai acuan perencanaan pembelajaran dan asesmen dalam jangka waktu satu tahun, sehingga fungsinya sesuai dengan silabus. Selain itu, ATP membantu para siswa mencapai Capaian Pembelajaran secara bertahap melalui proses belajar yang berkelanjutan.
Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada guru untuk menyusun ATP sesuai dengan karakteristik para siswa dan konteks sekolah. Dengan demikian, walaupun mengajar pada fase yang sama, susunan ATP antarguru bisa berbeda karena sesuai dengan kebutuhan pembelajaran masing-masing.
Prinsip Penyusunan Alur Pembelajaran
Dalam penyusunan ATP, guru mempunyai beberapa pilihan, yaitu menyusun ATP secara mandiri berdasarkan Capaian Pembelajaran, mengembangkan dan memodifikasi contoh yang sudah tersedia, atau menggunakan contoh ATP yang disediakan oleh pemerintah.
Jika guru memilih untuk merancang ATP secara mandiri, ada tujuh prinsip utama yang perlu diperhatikan agar ATP yang disusun efektif dan sesuai dengan kurikulum Merdeka.
1. Fleksibel dan Adaptif
ATP perlu bersifat fleksibel dan adaptif agar bisa disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran, siswa, dan satuan pendidikan. Guru perlu mempertimbangkan alokasi waktu, keterkaitan antar mata pelajaran, dan kebutuhan pembelajaran.
ATP juga harus memperhatikan ruang lingkup pembelajaran dalam kurikulum Merdeka yang mencakup aktivitas intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Sehingga, pembelajaran bisa berlangsung secara utuh dan seimbang.
2. Informatif dan Sederhana
ATP harus disusun dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami, baik oleh guru maupun pembacanya. Penggunaan istilah yang umum dan tidak menyebabkan makna ganda sangat disarankan supaya tujuan pembelajaran bisa dipahami dengan tepat.
Jika dibutuhkan penggunaan istilah khusus, guru bisa melengkapinya dengan penjelasan tambahan, contohnya melalui glosarium. Dengan demikian, ATP menjadi lebih informatif dan tidak menyebabkan kebingungan dalam pelaksanaannya.
3. Aplikatif dan Operasional
ATP yang disusun harus bisa mencerminkan proses pembelajaran dan penilaian dengan jelas dan menyeluruh. Dengan demikian, ATP bisa digunakan sebagai dasar operasional dalam menyusun modul ajar dan perangkat pembelajaran lainnya.
Prinsip tersebut memastikan bahwa ATP tidak hanya bersifat konseptual, namun juga bisa langsung diterapkan dalam praktik pembelajaran di kelas.
4. Kontekstual dan Esensial
ATP perlu memuat berbagai aspek pembelajaran yang paling mendasar, seperti kompetensi inti, konten pembelajaran, dan hasil belajar yang diharapkan. Fokus pada berbagai hal yang esensial akan membantu pembelajaran menjadi lebih terarah dan bermakna.
Selain itu, ATP sebaiknya dirancang secara kontekstual dengan mempertimbangkan lingkungan dan kehidupan nyata para siswa. Hal tersebut memungkinkan siswa lebih mudah memahami dan menerapkan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
5. Merdeka Belajar
Prinsip merdeka belajar menjadi dasar utama dalam penyusunan ATP kurikulum Merdeka. Merdeka belajar diartikan sebagai upaya memerdekakan para siswa dalam berpikir dan bertindak secara akademis dengan tetap bertanggung jawab secara moral.
Guru diharapkan bisa memfasilitasi dan menginspirasi kreativitas siswa dengan mempertimbangkan keunikan masing-masing siswa, seperti kecepatan belajar, gaya belajar, serta minat. Selain itu, guru juga perlu mengoptimalkan peran dan kompetensinya dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.
6. Berkesinambungan
Prinsip berkesinambungan berarti bahwa tujuan pembelajaran dalam ATP harus saling berkaitan, baik antartujuan maupun antarfase pembelajaran. Susunan tujuan harus dibuat secara sistematis, berurutan, dan berjenjang supaya siswa bisa mencapai Capaian Pembelajaran secara bertahap.
ATP juga perlu disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu, sehingga perkembangan kemampuan siswa bisa terpantau dengan baik.
7. Pengoptimalan Tiga Aspek Kompetensi
ATP harus mengoptimalkan tiga aspek kompetensi para siswa, yaitu pengetahuan, keterampilan, serta sikap. Ketiga aspek tersebut perlu dikembangkan secara seimbang sesuai dengan tahapan kognitif siswa, mulai dari mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, sampai mencipta.
Selain itu, pengembangan kompetensi juga meliputi kecakapan hidup seperti berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.
Cara Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran
Berikut ini adalah tahapan penyusunan ATP yang diturunkan dari Capaian Pembelajaran dalam kurikulum Merdeka.
- Memahami rasional, karakteristik, serta tujuan mata pelajaran sebagaimana tertera dalam dokumen Capaian Pembelajaran. Pemahaman tersebut penting supaya ATP yang disusun sesuai dengan arah dan tujuan pembelajaran.
- Menguraikan Capaian Pembelajaran berdasarkan konten atau materi esensial serta kompetensi yang terdapat pada setiap elemen mata pelajaran. Pada tahap ini, Capaian Pembelajaran dipetakan menjadi bagian-bagian yang lebih terukur dan spesifik.
- Melakukan analisis terhadap kompetensi pada setiap elemen dalam satu fase pembelajaran.
- Membagi kompetensi-kompetensi dalam Capaian Pembelajaran ke dalam jenjang kelas pada satu fase, sekaligus menentukan alokasi waktu yang diperlukan. Pembagian tersebut akan membentuk alur pembelajaran yang runtut dan berkelanjutan. Dalam menentukan alokasi waktu, guru perlu memperhatikan jumlah jam pelajaran dalam tahun ajaran dan keseluruhan elemen mata pelajaran supaya pembelajaran bisa berjalan secara proporsional.
- Setelah alokasi waktu ditentukan, guru merumuskan Tujuan Pembelajaran sebagai tahapan-tahapan yang mengarahkan para siswa untuk mencapai kompetensi akhir pada Capaian Pembelajaran.
- Menetapkan ruang lingkup materi dan merancang rencana asesmen yang akan dipakai untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut.
- Menetapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan siswa. Contohnya, dalam mata pelajaran tertentu, metode pembelajaran bisa berupa aktivitas pengamatan, diskusi kelompok, maupun penampilan drama untuk memperkuat pemahaman.
Baca Juga:
- Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Merdeka dalam Sistem Pendidikan
- 7 Perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka
Contoh ATP Kurikulum Merdeka
Berikut ini adalah contoh ATP kurikulum Merdeka untuk SD, SMP, dan SMA yang dapat digunakan sebagai referensi. Format ini umum dipakai guru ketika menyusun perangkat ajar.
1. SD
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Fase: B (Kelas 3)
Semester: Ganjil
Capaian Pembelajaran
Para siswa dapat memahami dan menyampaikan informasi sederhana melalui teks lisan dan tulis dengan bahasa yang santun.
| No | Tujuan Pembelajaran |
| 1 | Para siswa dapat menyimak teks cerita pendek dengan baik |
| 2 | Para siswa dapat menjelaskan isi cerita menggunakan kalimat sederhana |
| 3 | Para siswa dapat mengidentifikasi tokoh dan kejadian dalam cerita |
| 4 | Para siswa dapat menuliskan kembali isi cerita dengan bahasa sendiri |
| 5 | Para siswa dapat menceritakan kembali teks secara lisan dengan percaya diri |
2. SMP
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Fase: D (Kelas 7)
Semester: Ganjil
Capaian Pembelajaran
Para siswa dapat memahami, menganalisis, serta menyajikan berbagai jenis teks sesuai konteks dan tujuan komunikasi.
| No | Tujuan Pembelajaran |
| 1 | Para siswa dapat mengidentifikasi ciri dan tujuan teks deskripsi |
| 2 | Para siswa dapat menganalisis struktur teks deskripsi |
| 3 | Para siswa dapat menganalisis unsur kebahasaan teks deskripsi |
| 4 | Para siswa dapat menyusun teks deskripsi secara tertulis |
| 5 | Para siswa dapat mempresentasikan teks deskripsi secara lisan |
3. SMA
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Fase: F (Kelas 10)
Semester: Ganjil
Capaian Pembelajaran
Para siswa dapat mengevaluasi, menginterpretasi, serta memproduksi teks secara kritis dan kreatif.
| No | Tujuan Pembelajaran |
| 1 | Para siswa dapat menganalisis isi dan struktur teks laporan hasil observasi |
| 2 | Para siswa dapat mengidentifikasi kaidah kebahasaan teks laporan |
| 3 | Para siswa dapat menyusun kerangka teks laporan hasil observasi |
| 4 | Para siswa dapat menulis teks laporan hasil observasi secara runtut |
| 5 | Para siswa dapat mempresentasikan laporan hasil observasi secara sistematis |
Alur Tujuan Pembelajaran dalam kurikulum Merdeka menjadi komponen penting dalam perencanaan pembelajaran yang terarah, fleksibel, dan berpusat pada siswa.
Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dalam Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki acuan materi yang jelas, terstruktur, dan relevan dengan capaian pembelajaran. Tanpa dukungan sumber belajar yang tepat, implementasi ATP berpotensi tidak berjalan optimal di kelas.
Dalam hal ini, Deepublish hadir sebagai mitra pengadaan buku sekolah yang menyediakan buku pelajaran, buku pendamping, dan literasi pendidikan yang disusun oleh penulis akademik serta praktisi pendidikan. Melalui proses editorial yang terstandar dan katalog yang beragam, Deepublish membantu sekolah menghadirkan buku yang selaras dengan ATP dan kebutuhan pembelajaran Kurikulum Merdeka.
Sumber:
Quipper. https://www.quipper.com/id/blog/info-guru/alur-tujuan-pembelajaran/ diakses pada 3 Januari 2026
“Alur Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka.” DataDikdasmen.com, 2022, https://www.datadikdasmen.com/2022/02/alur-tujuan-pembelajaran-kurikulum.html. Diakses 5 Jan. 2026.



