Pengertian Sintaksis: Objek, Fungsi, dan Contoh

pengertian sintaksis

Bahasa merupakan alat komunikasi yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan akademik, profesional, maupun sosial. Kemampuan menyusun kalimat yang jelas, efektif, dan mudah dipahami menjadi faktor utama dalam menyampaikan pesan secara tepat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap struktur bahasa menjadi hal yang sangat penting untuk dipelajari. 

Dalam kajian linguistik, terdapat berbagai cabang ilmu yang membahas unsur-unsur pembentuk bahasa, mulai dari bunyi, kata, hingga susunan kalimat. Salah satu cabang yang memiliki peran besar dalam memahami hubungan antarkata dalam sebuah kalimat adalah sintaksis. 

Melalui pembahasan sintaksis, kita dapat memahami bagaimana kata-kata disusun menjadi frasa, klausa, dan kalimat yang memiliki makna sesuai kaidah bahasa yang berlaku. Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Sintaksis

Sintaksis adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari aturan dan prinsip penyusunan kata menjadi satuan bahasa yang lebih besar, seperti frasa, klausa, dan kalimat. Dalam kajian bahasa, sintaksis berfokus pada hubungan antarkata serta bagaimana susunan kata tersebut membentuk makna yang jelas dan sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. Oleh karena itu, sintaksis memiliki peran penting dalam memahami struktur kalimat yang baik dan benar.

Secara etimologis, istilah sintaksis berasal dari bahasa Yunani, yaitu syn yang berarti “bersama” dan tattein yang berarti “menyusun”. Dengan demikian, sintaksis dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari cara menyusun unsur-unsur bahasa menjadi suatu konstruksi yang bermakna.

Apa Kendala Anda dalam Pengadaan Buku?

Kajian sintaksis tidak hanya membahas bentuk kalimat, tetapi juga fungsi setiap unsur di dalamnya, seperti subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia maupun bahasa asing, pemahaman tentang sintaksis sangat diperlukan karena membantu seseorang menghasilkan kalimat yang efektif, logis, dan mudah dipahami.

4 Objek Kajian Sintaksis

Secara umum, terdapat empat objek kajian sintaksis yang utama, yaitu frasa, klausa, kalimat, dan fungsi sintaksis.

1. Frasa

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan makna, tetapi belum memiliki hubungan subjek dan predikat. Frasa berfungsi sebagai salah satu unsur pembentuk klausa maupun kalimat. Contohnya adalah “rumah besar”, “sangat cepat”, dan “di sekolah”. Dalam sintaksis, frasa dikaji berdasarkan struktur, jenis, serta fungsi yang dimilikinya dalam sebuah kalimat.

2. Klausa

Klausa merupakan satuan gramatikal yang terdiri atas sekurang-kurangnya subjek dan predikat. Klausa memiliki potensi untuk menjadi sebuah kalimat, tetapi belum tentu berdiri sendiri. Contohnya adalah “Ani membaca buku” atau “mereka sedang belajar”. Kajian klausa dalam sintaksis berfokus pada hubungan antarunsur pembentuknya dan pola yang digunakan dalam penyusunan makna.

3. Kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa yang paling lengkap dalam sintaksis karena mampu menyampaikan gagasan, informasi, atau pesan secara utuh. Kalimat dapat terdiri atas satu klausa atau lebih. Analisis sintaksis pada kalimat mencakup struktur, jenis kalimat, pola kalimat, serta hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk.

4. Kegunaan Sintaksis

Fungsi sintaksis berkaitan dengan peran setiap unsur dalam kalimat, seperti subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Kajian ini bertujuan memahami posisi dan tugas setiap unsur sehingga kalimat menjadi gramatikal dan mudah dipahami. Fungsi sintaksis juga membantu mengidentifikasi hubungan antarbagian kalimat secara lebih sistematis.

Keempat objek kajian sintaksis tersebut saling berkaitan dalam membentuk struktur bahasa yang baik.

5 Fungsi Sintaksis

Dalam kajian sintaksis, fungsi sintaksis merupakan peran yang dimiliki setiap unsur dalam sebuah kalimat. Fungsi ini membantu membentuk struktur kalimat yang jelas, logis, dan sesuai dengan kaidah tata bahasa. Secara umum, terdapat lima fungsi sintaksis utama, yaitu subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan.

Ebook Bisnis

1. Subjek (S)

Subjek adalah unsur yang menjadi pokok pembicaraan dalam kalimat. Subjek biasanya berupa nomina atau frasa nomina yang menunjukkan pelaku, benda, atau hal yang dibicarakan.

2. Predikat (P)

Predikat merupakan unsur yang menjelaskan tindakan, keadaan, atau sifat subjek. Predikat umumnya berupa verba, tetapi dapat pula berbentuk adjektiva atau nomina.

3. Objek (O)

Objek adalah unsur yang menerima tindakan dari predikat, terutama pada kalimat yang menggunakan verba transitif. Kehadiran objek membuat informasi dalam kalimat menjadi lebih lengkap.

4. Pelengkap (Pel)

Pelengkap berfungsi menyempurnakan makna predikat. Berbeda dengan objek, pelengkap tidak dapat menjadi subjek apabila kalimat diubah ke bentuk pasif. Kehadirannya membantu memperjelas informasi yang disampaikan.

5. Keterangan (Ket)

Keterangan berfungsi memberikan informasi tambahan mengenai waktu, tempat, cara, tujuan, sebab, atau keadaan suatu peristiwa dalam kalimat. Unsur ini membuat pesan yang disampaikan menjadi lebih rinci dan informatif.

Baca Juga: Cara Membuat Studi Literatur yang Baik dari Jurnal

Kategori Sintaksis

Kategori sintaksis adalah pengelompokan unsur-unsur bahasa berdasarkan karakteristik dan fungsinya dalam membentuk struktur kalimat. Dalam kajian sintaksis, kategori ini membantu menjelaskan bagaimana suatu kata dapat digunakan dalam frasa, klausa, maupun kalimat.

1. Nomina (Kata Benda)

Nomina digunakan untuk menyebut orang, benda, tempat, hewan, atau konsep tertentu.

Dalam kalimat, nomina sering berfungsi sebagai subjek, objek, atau pelengkap.

Contoh: siswa, buku, sekolah, kebahagiaan.

2. Verba (Kata Kerja)

Verba berfungsi menyatakan tindakan, proses, atau keadaan.

Umumnya menempati posisi predikat dalam kalimat.

Contoh: membaca, menulis, berjalan, belajar.

3. Adjektiva (Kata Sifat)

Adjektiva digunakan untuk menjelaskan sifat, keadaan, atau karakteristik suatu benda maupun orang.

Berfungsi memberikan informasi tambahan agar makna lebih spesifik.

Contoh: cantik, besar, rajin, cepat.

4. Adverbia (Kata Keterangan)

Adverbia berfungsi memberikan keterangan pada verba, adjektiva, atau unsur lain dalam kalimat.

Dapat menunjukkan waktu, tempat, cara, maupun tingkat.

Contoh: kemarin, sangat, segera, di sini.

5. Pronomina (Kata Ganti)

Pronomina digunakan untuk menggantikan nomina agar tidak terjadi pengulangan kata.

Membuat kalimat menjadi lebih efektif dan mudah dipahami.

Contoh: saya, dia, mereka, kami.

6. Numeralia (Kata Bilangan)

Numeralia berfungsi menyatakan jumlah, urutan, atau tingkat.

Digunakan untuk memberikan informasi kuantitatif dalam kalimat.

Contoh: satu, lima, pertama, kedua.

7. Preposisi (Kata Depan)

Preposisi menghubungkan kata dengan unsur lain dalam kalimat.

Biasanya menunjukkan hubungan tempat, waktu, arah, atau tujuan.

Contoh: di, ke, dari, untuk.

8. Konjungsi (Kata Hubung)

Konjungsi berfungsi menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat.

Membantu menciptakan hubungan logis antarunsur bahasa.

Contoh: dan, atau, tetapi, karena.

9. Interjeksi (Kata Seru)

Interjeksi digunakan untuk mengungkapkan perasaan, emosi, atau reaksi penutur.

Umumnya digunakan dalam komunikasi lisan maupun tulisan informal.

Contoh: wah, aduh, oh, syukur.

Itulah artikel dari Pengadaan Buku Perpustakaan Deepublish tentang Sintaksis. Mempelajari sintaksis merupakan langkah penting untuk meningkatkan kemampuan berbahasa secara baik dan benar.

Referensi:

Azis, Yusuf Abdhul. “Sintaksis Adalah: Pengertian, Objek Kajian, Fungsi, dan Contohnya.” Deepublish Store, https://deepublishstore.com/blog/materi/sintaksis-adalah/. Accessed 15 June 2026.

“Sintaksis.” Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas, https://id.wikipedia.org/wiki/Sintaksis. Accessed 15 June 2026.

Muhammad Luqman

Lead SEO Specialist and Content Editor for Deepublish Grup.

Bagikan Artikel Ini
Artikel Terbaru

INGIN PENGADAAN BUKU UNTUK PERPUSTAKAAN DAN INSTANSI ANDA?

Mari pengadaan Buku dengan Penerbit Deepublish dan akan ada Promo khusus untuk Anda yang pengadaan hari ini.