Cara Penomoran Buku Perpustakaan Yang Sering Diabaikan

penomoran buku perpustakaan

Penomoran buku perpustakaan bagi petugas perpustakaan wajib dikuasai dan wajib diterapkan karena banyak kelebihan yang akan dirasakan. Salah satunya, lebih efisiensi waktu, tenaga dan kerja pun lebih cepat. Bahkan tidak hanya berlaku untuk petugas perpustakaan, tetapi juga bertujuan memberikan kemudahan akses bagi pengunjung perpustakaan. 

Ketika pengunjung perpustakaan merasa puas, tentu akan berpengaruh pada citra dan antusiasme masyarakat untuk berkunjung keperpustakaan. Sementara buat kamu yang masih asing dengan penomoran buku perpustakaan, kamu bisa temukan fakta menarik di artikel penomoran buku perpustakaan ini. 

Pengertian Penomoran Buku Perpustakaan

Secara umum, penomoran buku perpustakaan adalah pemberian nomor pada buku-buku atau koleksi yang ada di perpustakaan. Dimana penomoran yang disematkan memiliki banyak tujuan, misalnya untuk memudahkan pengunjung perpustakaan menemukan dimana lokasi raknya, sehingga koleksi mudah ditemukan. Dengan kata lain, penomoran buku perpustakaan sekaligus dapat digunakan untuk nomor panggil katalog.

Bentuk penomoran buku perpustakaan berbentuk tempelan kertas yang sengaja di tempel di sisi punggung buku memanjang ke sisi sampul depan dan sampul belakang. Penomoran buku perpustakaan dapat pula diartikan sebagai penomoran buku dengan cara mengelompokan buku. Tujuannya untuk menuliskan lokasi rak, nomor urutan buku dan pengarang/penulis.

Tujuan Penomoran Buku Perpustakaan

Seperti yang disinggung sebelumnya, jika tujuan penomoran buku perpustakaan untuk memudahkan dalam mengakses koleksi di perpustakaan, sesuai dengan subjek yang dicari. 

Apa Kendala Anda dalam Pengadaan Buku?

1. Menyusun bahan pustaka di rak 

Terlepas dari tujuan awal penomoran buku perpustakaan untuk memudahkan akses, ternyata ada tujuan lain. Yaitu menyusun bahan pustaka di rak.  Penyusunan buku tidak hanya membuat ruangan terlihat rapi. Tetapi juga lebih ringkas tempat serta memudahkan petugas dalam pemeliharaan dan mengontrol buku koleksi. 

2. Sebagai entri bibliografis 

Tahukah kamu jika tujuan penomoran buku perpustakaan tidak lain dapat digunakan sebagai entri bibliografis, khususnya untuk katalog atau koleksi referensi yang tercetak. Diharapkan dengan penyusunan entri ini akan menyusun tata susunan secara sistematis, tidak berantakan dan lebih tertata. 

3. Melokalisasi bahan pustaka 

Tidak dapat dipungkiri, saat kita mendatangi perpustakaan, ada banyak sekali koleksi. Saking banyaknya, seringkali kita pun mengalami kesulitan mencari lokasi bukunya dimana, di rak barisan berapa dan masih banyak lagi. Belum lagi ada banyak cabang ilmu yang ada di sana, mulai dari ilmu psikologi, matematika, geografi, agama dan masih banyak lagi. 

Maka dari itu, penomoran buku perpustakaan adalah melokalisasi bahan pustaka berdasarkan nomor panggil. Sehingga pengunjung tinggal cek di komputer, dan bisa mengetahui kode penomoran terletak di rak sebelah mana dan seperti apa. Sehingga lebih cepat ditemukan.

Daftar Pengadaan

Setidaknya dengan melokalisasi bahan pustaka kita bisa melihat koleksi bahan pustaka apa saja. Misal dirak pertama lokalisasi tentang cabang ilmu psikologi. Nah, di sana aka nada cabang ilmu psikologi. Misalnya psikologi kepribadian, psikologi sosial, psikologi kognitif dan masih banyak lagi. 

4. Mengelompokan bahan pustaka

Penomoran buku perpustakaan juga berfungsi untuk mengelompokan bahan pustaka berdasarkan jenisnya. Hal ini mirip dengan lokalisasi. Dimana bahan pustaka disimpan berdasarkan jenis koleksi sehingga memudahkan pengunjung menemukan koleksi yang dicari. Misalnya, kamu mencari buku tentang agama islam. Maka dalam satu kelompok akan mudah kita temukan buku-buku kelompok agama islam dari a sampai z.

Dari beberapa tujuan penomoran buku perpustakaan di atas dapat disimpulkan bahwa, penomoran buku tidak hanya memudahkan pengunjung perpustakaan. Tetapi juga sangat memudahkan petugas perpustakaan dalam mengelola dan efektifitas kerja para petugas perpustakaan. 

Jenis-Jenis Penomoran Buku Perpustakaan

Saat datang ke perpustakaan pastinya kamu tidak asing dengan kertas yang tertempel di punggung buku bukan? Dimana di kertas yang tertempel tertulis angka dan kode-kode tertentu. Mungkin ada diantara kamu yang selama ini bertanya-tanya, apa sih artinya?

Ternyata kertas yang tertempel di punggung buku tersebut memiliki arti. Berikut adalah jenis-jenis penomoran buku perpustakaan menurut Penomoran Desimal Dewey (DDW) yang tidak banyak diketahui oleh pengguna perpustakaan. 

1. 000 – General works, Computer science and Information

Ketika kamu datang keperpustakaan, kamu akan menemukan kode angka 000. Itu artinya kode diperuntukan untuk koleksi dari karya umum, termasuk buku komputer dan informasi. Jadi, penulisan angka yang tertempel tidak sembarang angka.

2. 100 – Philosophy and psychology

Sementara, buat kamu yang kebetulan kuliah di jurusan psikologi dan filsafat, maka saat ke perpustakaan dan mendapati buku, maka akan muncul kode angka 100.

Daftar Pengadaan

3. 200 – Religion

Berbeda jika buku yang kamu cari menggunakan kode angka 200, itu menunjukan bahwa koleksi bahan pustaka untuk jenis buku-buku agama. Jadi, mulai sekarang jika ke perpustakaan dan mencari buku agama, bisa langsung panggil kode 200 lokasinya ada disebelah mana.

4. 300 – Social sciences

Ilmu psikologi dan ilmu filsafat memang untuk  tema topik tertentu ada yang pembahasannya tentang ilmu sosial. Nah, buat kamu yang mencari ilmu sosial, jangan cari di kode 100. Karena ada kode sendiri untuk ilmu sosial,yaitu kode 300.

5. 400 – Language

Buat yang mengambil jurusan bahasa, kamu bisa menghemat waktu saat ke perpustakaan, dengan mencari koleksi buku di kode 400. Kode ini fokus mengulas seputar cabang ilmu bahasa.

6. 500 – Pure Science

Mungkin ada yang asing dengan ilmu murni? Bagi yang mengambil jurusan ini, pasti sudah tidak asing. Cara cepat untuk mengetahui raknya ada disebelah mana, bisa langsung panggil dengan kode angka 500.

7. 600 – Technology

Kode angka 600 adalah kode yang digunakan untuk bahan pustaka tentang teknologi ataupun ilmu terapan. Tentu saja di sini ada cabang ilmu turunan lain yang bisa kamu temukan.

8. 700 – Arts & recreation

Adapun untuk kode 700 menurut DDC yang diperuntukan untuk arts dan recreation. Jadi Buat Kamu yang mengambil jurusan seni dan olahraga, bisa menggunakan nomor panggil ini, ketika mencari buku referensi di perpustakaan.

9. 800 – Literature

Buat kamu yang mengambil jurusan sastra atau literature maka kode penomoran buku menggunakan kode 800. Termasuk cabang ilmu turunan sastra, masih menggunakan kode ini. 

10 .900 – History & geography

Terakhir adalah kode 900 yang diperuntukan untuk buku sejarah dan cabang ilmu geografi. Adapun cakupan cabang ilmu sejarah dan geografi.

Itulah beberapa jenis penomoran buku perpustakaan yang nyaris tidak diketahui oleh banyak orang. Jadi mulai sekarang, jika kamu datang ke perpustakaan dan melihat kertas putih kecil yang tertempel di punggung buku, yang terdiri dari kode-kode angka, setidaknya kamu sudah tahu arti dari kode-kode angka tersebut untuk apa.

Penting Dibaca: Evaluasi Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan

Langkah-Langkah Penomoran DDC (Penomoran Desimal Dewey)

Dewey Decimal Cataloguing atau yang disingkat dengan DDC merupakan nomor yang ditempelkan di punggung buku di perpustakaan. Dimana bertuliskan kode angka-angka yang ternyata mengindikasikan disiplin ilmu, yang kemudian sering digunakan sebagai nomor klasifikasi karena memang bertujuan untuk mengklasifikasi koleksi buku berdasarkan disiplin ilmu.

Istilah Dewey Decimal Cataloging itu sendiri pertama kali dikenalkan oleh pustakawan dari Amerika yang bernama Melvil Dewey yang membagi ke dalam sepuluh klasifikasi penomoran di tahun 1876 yang terdiri dari angka yang disebutkan di jenis-jenis penomoran buku perpustakaan di atas. 

Adapun kelebihan dari DDC untuk petugas perpustakaan, yaitu lebih sistematik, fleksibel, siap pakai, universal dan paling lengkap. Sayangnya untuk kesan yang ditonjolkan american centris, yang mana dianggap kurang kekinian dan kurang menarik, khususnya untuk beberapa negara di luar Amerika dan Eropa Barat.

Baca juga: Pengertian, Jenis dan Fungsi Layanan Rujukan

Itulah beberapa fakta menarik tentang penomoran buku perpustakaan. Sampai di sini kamu sudah tahu bukan? Meskipun terlihat sederhana dan sepele, ternyata sangat penting. (Irukawa Elisa)

Foto Profil
Yusuf Abdhul Azis

Ingin Pengadaan Bahan Pustaka untuk Perpustakaan?

Mari pengadaan Buku dengan Penerbit Deepublish dan akan ada Promo khusus untuk Anda yang pengadaan hari ini.
Pengadaan Bahan Pustaka
Bagikan Artikel Ini
Yusuf Abdhul Azis
Yusuf Abdhul Azis
Artikel Terbaru

INGIN PENGADAAN BUKU UNTUK PERPUSTAKAAN DAN INSTANSI ANDA?

Mari pengadaan Buku dengan Penerbit Deepublish dan akan ada Promo khusus untuk Anda yang pengadaan hari ini.