Cara membuat nomor buku perpustakaan perlu dipahami dengan baik karena sangat penting dalam mengelola koleksi supaya setiap buku mempunyai identitas yang jelas.
Sistem penomoran yang efektif membantu pengelola perpustakaan menata koleksi secara sistematis, meminimalkan kesalahan pencatatan, dan mempercepat proses peminjaman dan pengembalian buku.
Penerapan nomor buku yang konsisten juga memudahkan pengguna dalam menemukan buku yang diperlukan dan menunjang kerapian administrasi perpustakaan.
Dengan memahami prinsip dan langkah-langkah penomoran yang tepat, pengelola perpustakaan bisa meningkatkan mutu layanan dan efisiensi pengelolaan koleksi buku.
Daftar Isi
Pengertian Nomor Buku Perpustakaan
Apakah yang dimaksud dengan nomor buku perpustakaan? Nomor buku perpustakaan adalah penanda atau kode identitas yang diberikan pada setiap eksemplar buku dalam koleksi perpustakaan untuk membedakan satu buku dengan buku lainnya secara terstruktur.
Umumnya, penomoran ini disusun berdasarkan ketentuan atau standar tertentu, seperti kode penulis, tahun terbit, dan sebagainya.
Dengan sistem penomoran ini, setiap buku mempunyai identitas yang unik sehingga meminimalkan terjadinya kesalahan dalam pencatatan dan penataan koleksi.
Selain sebagai identitas, nomor buku perpustakaan juga berperan penting dalam mendukung kelancaran pengelolaan perpustakaan. Nomor tersebut memudahkan pustakawan dalam menyusun buku di rak sesuai kategorinya.
Hal ini juga membantu pengguna menemukan buku yang dicari, serta mempercepat proses layanan peminjaman dan pengembalian buku. Dalam jangka panjang, penerapan sistem penomoran yang tertata dengan baik akan mempermudah aktivitas inventarisasi, pengawasan koleksi, serta pengembangan perpustakaan karena data koleksi tersusun secara akurat dan sistematis.
Cara Membuat Nomor Buku Perpustakaan
Pada bagian ini akan dijelaskan berbagai langkah untuk menyusun nomor buku perpustakaan secara sistematis supaya mudah diterapkan dalam pengelolaan koleksi.
Nomor buku berfungsi sebagai identitas unik setiap buku sehingga memudahkan penataan rak, pencarian, dan pencatatan di katalog.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti ketika membuat nomor buku perpustakaan.
1. Menentukan Sistem Klasifikasi
Langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah memilih sistem klasifikasi yang akan digunakan sebagai dasar penomoran. Beberapa sistem yang umum dipakai di perpustakaan adalah Dewey Decimal Classification (DDC), Library of Congress Classification (LCC), dan Universal Decimal Classification (UDC).
DDC sering digunakan di perpustakaan umum dan perpustakaan sekolah. LLC banyak digunakan di perpustakaan perguruan tinggi dan lembaga penelitian. UDC digunakan di sejumlah perpustakaan internasional, terutama di Eropa. Sebaiknya, sistem dipilih sesuai dengan jenis dan skala perpustakaan supaya pengelolaan koleksi lebih konsisten.
2. Menentukan Kode Klasifikasi Subjek
Setelah memilih sistem klasifikasi, tentukan nomor atau kode yang sesuai dengan topik buku. Contohnya, dalam sistem DDC, pembagian kategori mencakup:
- 000 – Komputer, Informasi, dan Karya Umum
- 100 – Filsafat dan Psikologi
- 200 – Agama
- 300 – Ilmu Sosial
- 400 – Bahasa
- 500 – Ilmu Pengetahuan Murni
- 600 – Teknologi
- 700 – Seni dan Kreasi
- 800 – Sastra
- 900 – Sejarah dan Geografi
Kode tersebut menunjukkan bidang atau subjek utama dari buku yang akan diberi nomor.
3. Menambahkan Kode Penulis
Langkah selanjutnya adalah menambahkan kode penulis untuk membedakan buku dengan topik yang sama namun ditulis oleh penulis yang berbeda. Umumnya, kode penulis diambil dari tiga huruf pertama nama belakang penulis. Tujuannya adalah supaya buku-buku karya penulis yang sama bisa dikelompokkan di rak secara berurutan.
Contohnya, apabila buku membahas ilmu komputer (misalnya kode 004 dalam DDC) dan ditulis oleh Arman, maka kode penulisanya bisa ditulis sebagai ARM, sehingga format awal nomor buku menjadi: 004 ARM.
Baca Juga: NPP Perpustakaan: Pengertian dan Cara Mendapatkan
4. Menambahkan Tahun Terbit atau Tahun Perolehan
Untuk memperjelas identitas buku, beberapa perpustakaan menambahkan tahun terbit atau tahun buku masuk koleksi. Penambahan tahun ini membantu membedakan edisi lama dan edisi terbaru, sekaligus memudahkan pengelompokan berdasarkan waktu penerbitan. Contohnya: 004 ARM 2025.
5. Menyusun dan Menempelkan Label Nomor Buku
Penyusunan buku dilakukan berdasarkan urutan nomor klasifikasi. Apabila nomor klasifikasinya sama, urutkan berdasarkan kode penulis. Jika penulisnya sama, maka urutkan berdasarkan tahun terbitnya.
Setelah itu, cetak atau tulis nomor buku pada label khusus. Tempelkan label tersebut di punggung buku supaya mudah terlihat ketika buku disusun di rak. Pastikan posisi labelnya seragam untuk semua koleksi.
6. Memasukkan Data ke Sistem Katalog
Langkah terakhir adalah mencatat informasi buku ke dalam katalog perpustakaan, baik katalog manual maupun digital. Data yang dimasukkan mencakup judul, nama penulis, subjek, dan nomor buku. Penginputan yang rapi dan konsisten akan memudahkan pencarian data di kemudian hari.
Contohnya, ada buku yang ditulis oleh John Smith dengan judul “Introduction to Psychology” dan diterbitkan pada tahun 2024.
- Kode Klasifikasi (DDC): 150 (Psikologi)
- Kode Penulis: SMI (Smith)
- Tahun Terbit: 2024
- Nomor Buku: 150 SMI 2024
Dengan format ini, buku bisa disusun di rapi dengan rapi dan tercatat di katalog perpustakaan dengan jelas, sehingga pengunjung bisa menemukan buku yang dicari dengan lebih mudah.
Semoga panduan dari Pengadaan Buku Deepublish tentang cara membuat nomor buku perpustakaan ini dapat membantu Anda dalam mengelola koleksi buku agar lebih rapi. Mari bagikan artikel ini kepada orang lain yang membutuhkan informasi ini.
Sumber:
Greenbook. https://greenbook.id/blog/cara-membuat-nomor-buku-perpustakaan/ diakses pada 10 Februari 2025




